MAMUJU — Penjambretan yang berlangsung di jalan poros Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, berakhir di luar dugaan pelaku. Korban yang masih mengendarai motor mengejar pelaku sekitar 20 meter sebelum melancarkan tendangan. Jerdi (20) terjatuh bersama sepeda motor yang dipakainya, lalu diamankan korban bersama warga sekitar sebelum diserahkan ke polisi.
Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir menyatakan korban merupakan atlet pencak silat berprestasi tingkat nasional. Kemampuan bela diri itu dipakai saat situasi jalan sedang gerimis dan arus lalu lintas sepi pada Jumat (30/10) malam.
Modus Pelaku: Membuntuti Korban yang Lengah di Jalan Sepi
Peristiwa bermula ketika Isna mengendarai motor sambil memegang ponsel. Kondisi gerimis dan jalanan lengang dimanfaatkan pelaku untuk membuntuti dari belakang. Saat korban lengah, Jerdi merebut iPhone 12 dari tangan korban.
"Handphone jenis iPhone 12 milik korban dirampas," ujar Herman kepada wartawan, Sabtu (31/10/2026).
Pelaku langsung memacu kendaraan untuk kabur. Korban tidak tinggal diam dan mengejar dari belakang. "Tidak tinggal diam, korban melakukan perlawanan, dia (korban) buru sekitar 20 meter," kata Herman.
Satu Tendangan Atlet Silat Rontokkan Pelaku dan Motornya
Jarak keduanya menyempit. Masih dalam posisi mengemudikan motor, Isna melepaskan tendangan ke arah pelaku. Tendangan itu membuat Jerdi dan sepeda motornya terjatuh.
"Dengan satu tendangan, korban membuat terduga pelaku bersama sepeda motor yang digunakannya terjatuh," terang Herman.
Pelaku yang terjatuh langsung diamankan korban dibantu warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. "Terduga pelaku aksi jambret telah diamankan," imbuh Herman.
Polisi Apresiasi Keberanian Korban, Ingatkan Warga soal Keselamatan
Jerdi kini ditahan di Mapolresta Mamuju untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi mengapresiasi keberanian korban yang berupaya menggagalkan aksi kejahatan.
Meski begitu, Herman mengimbau warga tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri. Masyarakat diminta menghubungi call center 110 bila membutuhkan bantuan kepolisian.
"Masyarakat tetap diimbau agar mengutamakan keselamatan diri dan tidak memaksakan perlawanan apabila menghadapi situasi yang membahayakan jiwa," jelasnya.