Pencarian

Pertamina EP Rantau Bor 5 Sumur Baru, Produksi Minyak Kembali 1.700 Barel

Rabu, 14 Oktober 2026 • 09:20:31 WIB
Pertamina EP Rantau Bor 5 Sumur Baru, Produksi Minyak Kembali 1.700 Barel
Field Manager Pertamina EP Rantau Tomi Wahyu Alimsyah menyampaikan keterangan terkait pengeboran lima sumur baru.

SULAWESI BARAT — Pertamina EP Rantau Field mengebor lima sumur minyak baru di Aceh Tamiang setelah produksinya pulih ke 1.700 barel per hari pascabanjir akhir tahun lalu. Langkah ini menandai fase pemulihan yang jauh lebih cepat dari perkiraan awal satu hingga tiga tahun.

Paragraf pembuka: Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, menyatakan pengeboran sumur baru ini penting untuk menemukan cadangan migas sekaligus mempertahankan produksi di tengah situasi pemulihan. Perusahaan menargetkan pengeboran ini berkontribusi pada penyediaan energi nasional, dengan dukungan penuh dari SKK Migas dan kontraktor penyedia jasa rig.

Lima Sumur Baru dan Lokasinya

Dua sumur pertama, RNT DZ-51 dan RNT DZ-52, berada di Desa Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Keduanya dibor menggunakan Rig APS-752 berkapasitas 550 HP, dengan kedalaman akhir masing-masing 1.145 MMD dan 1.037 MMD.

Tiga sumur lainnya, RNT DZ-11, RNT DZ-23A, dan RNT DZ-33, terletak di Desa Paya Meta, kecamatan yang sama. Sumur RNT DZ-11 dibor dengan Rig TMMJ-12 berkapasitas 550 HP hingga kedalaman 1.132 MMD, sementara dua sumur sisanya masih dalam proses pengeboran.

Empat Fase Pemulihan Pascabanjir

Pemulihan dilakukan bertahap melalui empat fase: emergency, reactivation, recovery, dan sustainability. Fase awal fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, kesehatan, dan listrik. Setelah kondisi membaik, tim bergerak mengaktifkan fasilitas dan sumur produksi.

Salah satu tantangan terbesar adalah menghidupkan kembali pembangkit listrik yang menjadi jantung operasional Rantau Field. Ketika listrik mati, instalasi pengolahan air ikut terendam dan pompa tidak bisa bekerja, sehingga produksi minyak berhenti total.

Karena HPCS (High Pressure Compressor Station) mengalami kerusakan berat, perusahaan memutuskan tidak mengaktifkannya kembali. Sebagai gantinya, SP-5 dimodifikasi hingga mampu mengambil alih fungsi HPCS. Kini pasokan gas untuk pembangkit listrik datang dari SP-5 dan SP-1 sekaligus.

Produksi Sempat Sentuh 2.000 Barel per Hari

Setelah listrik pulih, produksi yang sebelumnya nol barel mulai bergerak naik. Pada Mei dan Agustus 2026, produksi sempat menyentuh 2.000 barel per hari, lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum banjir. Saat ini produksi stabil di angka 1.700 barel per hari.

Pemulihan yang hanya membutuhkan empat bulan tergolong cepat, mengingat perkiraan awal mencapai satu hingga tiga tahun. Tomi menyebut bantuan personel dari berbagai wilayah operasi Pertamina seperti Pangkalan Susu, Jambi, Lirik, dan Ramba menjadi kunci percepatan tersebut.

Penutup: Keberhasilan pengeboran lima sumur baru ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan energi sekaligus mendalami potensi cadangan migas di Aceh Tamiang. Pertamina EP Rantau Field juga menegaskan komitmennya pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh kegiatan operasi dan bisnis perusahaan.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks