Pencarian

Sumur GNK-114 Pertamina Hulu Rokan Alirkan Minyak 5.605 BOPD

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 11:51:01 WIB
Sumur GNK-114 Pertamina Hulu Rokan Alirkan Minyak 5.605 BOPD
Sumur GNK-114 di Struktur Gunung Kemala, Prabumulih, mengalirkan minyak 5.605,68 BOPD dan gas 2,96 MMSCFD pada uji alir open flow.

SULAWESI BARAT — Pertamina Hulu Rokan Zona 4 mencatat hasil uji alir Sumur GNK-114 di Struktur Gunung Kemala, Prabumulih, dengan potensi produksi 5.605,68 barel minyak per hari (BOPD) dan gas 2,96 MMSCFD pada kondisi open flow. Capaian ini berasal dari kombinasi teknik batch drilling dan dual completion yang baru pertama kali diterapkan di wilayah kerja Pertamina EP Prabumulih Field. Hasil tersebut menambah pasokan minyak nasional sekaligus menguji efektivitas metode pengeboran yang lebih cepat dan efisien.

Paragraf pembuka: Uji alir awal berlangsung pada 27 dan 28 September 2026, dengan hasil yang membuat sumur di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, itu masuk kategori sumur berproduksi tinggi. General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari perpaduan dua teknologi yang dipakai bersamaan dalam satu sumur. Bagi PHR Zona 4, inovasi operasional menjadi kunci untuk mengejar target produksi tanpa mengorbankan aspek keselamatan kerja.

Apa Itu Batch Drilling dan Dual Completion

Batch drilling adalah teknik pengeboran yang memakai satu rig untuk berpindah antarsumur dalam satu lokasi, tanpa membongkar dan memasang ulang peralatan. Cara ini memungkinkan beberapa sumur berdekatan dibor secara berurutan dengan waktu lebih singkat dan biaya lebih hemat.

Di Sumur GNK-114, PHR Zona 4 menambahkan metode dual completion, yakni optimasi bawah permukaan yang membuat satu sumur mampu memproduksikan dua lapisan reservoir sekaligus. Lapisan TAF-K1 dan TAF C series (TAF-C1 dan TAF-C2) pun dialirkan lewat satu sumur, bukan dua sumur terpisah.

Kombinasi keduanya memangkas waktu pengeboran sekaligus menaikkan perolehan minyak dan gas dari satu titik bor.

Sumur Pilot di Gunung Kemala

Batch drilling baru diterapkan di wilayah kerja Pertamina EP Prabumulih Field tahun ini. Sumur GNK-114 dibor bersamaan dengan empat sumur lain yang berdekatan, yaitu GNK-PD66, GNK-PD65, GNK-PD68, dan GNK-PD79.

Manager Subsurface and Development Area 2 PHR Zona 4, Chandra Mustofa Eka, menjelaskan bahwa GNK-114 berperan sebagai sumur pilot untuk menjalankan arahan SKK Migas soal penerapan batch drilling dan dual completion di Gunung Kemala.

"Dual completion dengan strategi komplesi long string di lapisan K1 dan komplesi short string commingle pada lapisan C1 dan C2. Kami akan mengevaluasi pencapaian ini dan mengkaji peluang mereplikasi penerapan teknologi serupa di sumur-sumur lainnya," ujar Chandra.

Kontribusi ke Target Produksi Zona 4

PHR Zona 4 menargetkan produksi minyak 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD sepanjang tahun ini. Hasil uji alir GNK-114 menjadi salah satu penopang pencapaian target tersebut.

Heru menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan energi secara efisien, efektif, dan andal, dengan safety sebagai faktor utama dalam setiap pekerjaan. "Perpaduan batch drilling dan dual commingle completion dalam pengembangan Sumur GNK-114 merupakan bagian dari semangat kami untuk terus mencapai target dengan menghadirkan inovasi dalam operasional hulu migas," ujarnya.

Keberhasilan di GNK-114 tidak membuat PHR Zona 4 berhenti. Perusahaan terus mengkaji peluang mereplikasi teknologi serupa di sumur lain, terutama di area dengan karakteristik reservoir berlapis seperti Gunung Kemala.

Penutup: Bagi industri hulu migas nasional, hasil GNK-114 menunjukkan bahwa efisiensi pengeboran dan optimasi sumur bisa berjalan bersamaan untuk menahan laju penurunan produksi. Jika metode ini terbukti konsisten, replikasinya berpotensi mempercepat pengeboran sumur-sumur pengembangan berikutnya di wilayah kerja Pertamina EP Prabumulih Field.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks