Pencarian

Transisi PAUD ke SD di Banjarmasin: Masuk SD Tanpa Tes Calistung

Jumat, 18 September 2026 • 09:21:31 WIB
Transisi PAUD ke SD di Banjarmasin: Masuk SD Tanpa Tes Calistung

SULAWESI BARAT — Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama menegaskan penerimaan murid baru SD tidak lagi memakai tes membaca, menulis, dan berhitung. Lewat Bimbingan Teknis Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan, guru PAUD dan SD dilatih menyiapkan pengalaman pertama sekolah yang aman dan bebas tekanan bagi anak.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan digelar di Rattan Inn Banjarmasin, Kamis (17/9/2026), dengan peserta guru PAUD dan SD se-Kota Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman awal bersekolah yang aman, nyaman, dan sesuai tahapan tumbuh kembang anak.

Mengapa Tes Calistung Tidak Lagi Jadi Syarat Masuk SD

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama menegaskan penerimaan murid baru SD tidak dilakukan melalui tes calistung. Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tetap dikembangkan setelah anak diterima, lewat proses pembelajaran yang menyenangkan.

Menurut Ryan, pembelajaran itu bisa dilakukan melalui kegiatan bermain dan aktivitas yang membantu anak memahami konsep berhitung, bukan sekadar menghafal materi. Pendekatan ini menempatkan kesiapan anak secara utuh, bukan hanya kemampuan akademik semata.

Perkembangan Anak Tidak Bisa Disamaratakan

Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani menekankan setiap anak punya tempo berbeda dalam menangkap pelajaran akademik. Karena itu, proses masuk SD tidak semestinya menjadi sumber tekanan.

"Anak-anak memiliki masa yang berbeda-beda untuk cepat menangkap pelajaran akademik. Jadi tidak ada paksaan, tidak ada tuntutan yang membebani anak-anak," ujarnya saat Bimtek, Kamis (17/9/2026).

Neli menyoroti pengalaman pertama anak di SD yang bisa memengaruhi fondasi pendidikan berikutnya. Anak diharapkan datang ke sekolah dengan perasaan gembira, bukan takut karena merasa belum mampu membaca, menulis, atau berhitung.

"Perkembangan anak tiap anak itu berbeda beda, jangan sampai hanya karena ada tes calistung, para anak anak kita tidak memiliki niat atau ketertarikan untuk masuk sekolah," ujarnya.

Peran Guru PAUD dan SD dalam Masa Transisi

Neli berharap seluruh satuan pendidikan PAUD dan SD menerapkan pendekatan ini secara konsisten. Tujuannya agar anak tidak memandang sekolah sebagai tempat yang menakutkan.

"Harapannya seluruh guru satuan PAUD maupun SD bisa menjalankan program ini, sehingga anak-anak untuk masuk sekolah itu tidak takut," ujarnya.

Disdik bersama Bunda PAUD dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Banjarmasin memperkuat penerapan lewat peningkatan kapasitas guru PAUD dan SD. Upaya itu mencakup penyiapan alat peraga transisi secara bertahap, penyesuaian lingkungan belajar kelas I SD, serta penguatan kolaborasi antara guru PAUD dan guru SD.

Program "Asyiknya Batik SD" dan Arah Baru Transisi Sekolah

Bimtek tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran program "Asyiknya Batik SD". Program ini menegaskan komitmen menghadirkan masa transisi PAUD menuju SD secara menyenangkan tanpa tes calistung.

Dengan pendekatan ini, proses masuk SD diarahkan tidak hanya mengukur kesiapan akademik anak. Rasa aman, nyaman, dan ketertarikan terhadap lingkungan sekolah sejak awal menjadi bagian yang sama pentingnya.

Yang Perlu Ibu Siapkan Sebelum Anak Masuk SD

Kebijakan di Banjarmasin ini bisa jadi acuan bagi orang tua di daerah lain. Alih-alih melatih anak membaca dan berhitung demi lolos tes, ibu bisa fokus menyiapkan kesiapan emosional dan sosial anak.

  • Kenalkan suasana sekolah lewat kunjungan atau cerita positif sebelum hari pertama.
  • Latih kemandirian sederhana, seperti memakai sepatu, membuka bekal, dan ke toilet sendiri.
  • Ajak anak bermain yang merangsang konsep berhitung, bukan menghafal angka.
  • Komunikasikan dengan guru soal tahap perkembangan anak, tanpa menuntut target akademik.

Masa transisi PAUD ke SD yang bebas tekanan membantu anak tumbuh percaya diri dan menikmati sekolah sejak awal. Untuk ibu di Banjarmasin, kebijakan tanpa tes calistung ini bisa jadi pegangan saat mendampingi si kecil masuk kelas I SD.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritaborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks