SULAWESI BARAT — Pameran kesehatan terbesar di Asia Tenggara ini menghadirkan sejumlah inovasi yang patut menjadi perhatian pelaku industri. Setidaknya ada tiga peranti medis berbasis AI yang akan ditampilkan perdana, mulai dari kursi gigi dengan perintah suara hingga sistem bedah robotik untuk operasi ortopedi.
Direktur Marketing & Finance PT Okta Sejahtera Insani selaku penyelenggara, Yudha Imam Sutedja, menyebut pameran ini menjadi jembatan strategis antara profesional medis, produsen, dan penyedia layanan kesehatan. Pihaknya menargetkan kunjungan lebih dari 15.000 orang per hari.
Tiga Inovasi AI yang Akan Dipamerkan
Teknologi AI tidak lagi sekadar wacana di sektor kesehatan. Pada edisi ke-38 ini, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana AI diintegrasikan ke dalam peralatan medis untuk meningkatkan presisi dan efisiensi layanan.
- Dental Chair with AI — kursi periksa gigi yang dapat dioperasikan dengan voice command.
- AI-Based Cardiovascular Risk Assessment — alat skrining risiko penyakit jantung lewat analisis foto retina (oculomics), noninvasif dan tanpa radiasi.
- Robotic-Assisted Arthroplasty System — sistem bedah robotik genggam untuk membantu dokter ortopedi melakukan operasi penggantian sendi lutut, baik total maupun parsial.
Ketiga produk tersebut sejalan dengan tema yang diusung dalam Seminar Nasional PERSI ke-22 dan Seminar Tahunan Patient Safety ke-20: "Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial."
Dominasi Peserta Lokal dan Ragam Produk yang Dipamerkan
Komposisi peserta pameran tahun ini didominasi perusahaan dalam negeri. Booth lokal mencapai 66 persen dari total peserta, sementara 34 persen lainnya berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Kanada, Malaysia, India, Thailand, dan Pakistan.
Produk yang dipamerkan tidak hanya terbatas pada peralatan medis. Kategori medis dan perawatan pasien mencakup peralatan anestesi, radiologi, hemodialisis, hingga ortopedi. Selain itu, ada kebutuhan penunjang operasional rumah sakit seperti sistem informasi, ambulans, instalasi gas medis, hingga pengolahan limbah dan air.
Pameran juga menyediakan ruang bagi layanan profesional dan regulasi, termasuk informasi sertifikasi sistem manajemen mutu, program pendidikan, serta pelatihan sumber daya manusia kesehatan.
Edukasi Kesehatan Gratis dan Peluang Jaringan Bisnis
Bagi masyarakat umum, ajang ini menawarkan pemeriksaan kesehatan gratis. Beberapa layanan yang tersedia antara lain cek gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi hati (liver scan), USG, EKG, hingga donor darah yang bekerja sama dengan PMI Banten.
Yudha menambahkan, Hospital Expo ke-38 menjadi momentum bagi pelaku ekosistem alat kesehatan untuk memperluas jaringan kemitraan, baik dengan distributor lokal maupun mancanegara.
"Hospital Expo menjadi agenda rutin yang strategis untuk memperkenalkan inovasi terkini, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Hospital Expo juga mendorong para pelaku industri untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan menjawab tantangan sektor kesehatan," kata Yudha.
Bagi pengunjung profesional seperti pemilik rumah sakit, manajemen, tenaga kesehatan, hingga tim purchasing, pameran ini juga menjadi sarana menemukan referensi produk terbaru sebelum mengambil keputusan pengadaan. Ajang ini akan berlangsung selama empat hari di ICE BSD, Tangerang.