MAMUJU — Penanganan tuberkulosis tak lagi hanya menjadi tugas tenaga medis di puskesmas. Puluhan kader dari wilayah kerja Puskesmas Binanga dan Puskesmas Bambu di Mamuju kini dibekali keterampilan teknis untuk menjemput kasus secara aktif, mulai dari skrining di lapangan hingga memastikan pasien menuntaskan pengobatan.
Kegiatan ini diprakarsai PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI bersama Kementerian Kesehatan RI dan WHO Indonesia. DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat berpartisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap eliminasi TBC pada 2030.
Kenapa Peran Kader Kini Lebih Krusial?
Dengan estimasi lebih dari satu juta kasus baru per tahun di Indonesia, deteksi dini menjadi kunci utama. Para kader dilatih melakukan skrining aktif, mengambil sampel dahak secara aman, hingga menginisiasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak erat pasien.
Mereka juga diajak memahami strategi komunikasi yang efektif untuk memutus stigma di masyarakat. Pendampingan pasien kini dipermudah lewat platform digital LaporTBC, sehingga proses pemantauan bisa berjalan lebih transparan.
Terintegrasi dengan Puskesmas, Bukan Kerja Sendiri
Pelatihan ini merupakan bagian dari piloting model penanganan TBC berbasis komunitas yang tersambung langsung ke sistem Integrasi Layanan Primer (ILP). Artinya, temuan kader di lapangan tidak berhenti di laporan, tetapi langsung terhubung dengan layanan kesehatan di puskesmas.
Penguatan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) juga masuk dalam materi, memastikan setiap kasus yang ditemukan tercatat dan ditindaklanjuti secara sistematis.
Lintas Sektor Dilibatkan dalam Jejaring Penanganan
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyebut keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan banyak pihak. Dinas kesehatan, perangkat desa, kelurahan, hingga pengurus PKK setempat diharapkan membangun jejaring yang kuat dan berkelanjutan.
“Langkah nyata ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan target nasional Eliminasi TBC pada tahun 2030,” ujarnya.
Pelatihan kader ini sejalan dengan implementasi Panca Daya ke-3 Pemprov Sulawesi Barat di bawah Gubernur Suhardi Duka, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Dengan kader yang terlatih, harapannya pasien TBC di Mamuju bisa ditemukan lebih cepat dan disembuhkan lebih banyak.