SULAWESI BARAT — Netflix tengah menyiapkan salah satu film thriller paling dinantikan tahun ini. Lewat trailer perdananya, Unabomber memperlihatkan transformasi Jacob Tremblay dari mahasiswa jenius Harvard menjadi sosok yang kemudian dikenal sebagai salah satu buronan paling dicari di Amerika Serikat.
Sinopsis: Dari Kampus Elite ke Daftar Buronan FBI
Film ini mengikuti perjalanan Ted Kaczynski yang masuk Harvard di usia 16 tahun. Di masa mudanya, Kaczynski menjadi subjek eksperimen psikologi kontroversial yang dipimpin Professor Henry Murray, diperankan oleh Russell Crowe.
Eksperimen tersebut meninggalkan luka mendalam yang terbawa hingga dewasa. Puluhan tahun kemudian, masa lalu kelam itu kembali menghantuinya saat FBI, melalui agen Joanne Miller (Shailene Woodley), memburunya. Manhunt besar-besaran itu mengungkap konsekuensi dingin dari ambisi, isolasi, dan trauma masa muda.
Dibalik Layar dan Para Pemain
Kursi sutradara dipegang oleh Januz Metz. Naskah film ini ditulis oleh Sam Chalsen dan Nelson Greaves, yang juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Donald J. Lee. Produksi digarap oleh Sophie Cassidy untuk 2.0 Entertainment, berasosiasi dengan MRC.
Selain Tremblay, Crowe, dan Woodley, film ini turut dibintangi Annabelle Wallis, Alexander Ludwig, Steven Ogg, dan Marc Menchaca. Dari trailer yang beredar, nuansa sinematiknya disebut-sebut memiliki kemiripan dengan gaya khas sutradara David Fincher, dan Netflix dikabarkan menempatkan film ini sebagai salah satu andalan rilis musim gugur mereka.
Jadwal Rilis dan Ekspektasi
Unabomber dijadwalkan tayang eksklusif di Netflix pada 25 September. Dengan materi trailer yang sudah kuat dan deretan aktor papan atas, film ini diprediksi menjadi perbincangan hangat di kalangan penonton genre thriller psikologis, termasuk di Indonesia.
Kisah nyata Kaczynski sendiri selalu menarik untuk diangkat, dan pendekatan yang berfokus pada masa mudanya memberikan perspektif baru yang belum banyak dieksplorasi di layar kaca. Penonton Indonesia dapat menyaksikan bagaimana film ini mengemas salah satu babak paling kelam dalam sejarah kriminologi modern.