SULAWESI BARAT — Sharon Horgan kembali ke HBO lewat serial komedi terbaru berjudul Youth, di mana ia berperan sebagai Alex, seorang agen literasi divorcée berusia 50-an yang tinggal di London. Serial ini juga dibintangi Rupert Friend, Aran Murphy, Sharlene Whyte, dan Robbie Gee, dengan Horgan sendiri bertindak sebagai kreator. Youth menawarkan potret jujur dan lucu tentang pencarian jati diri yang ternyata tak pernah benar-benar selesai, bahkan di usia setengah abad.
Sharon Horgan, yang sebelumnya dikenal lewat serial Catastrophe, menulis dan membintangi Youth untuk HBO. Serial ini berlatar di London dan mengikuti kehidupan Alex, seorang perempuan 50-an yang baru bercerai dan berusaha menata kembali kehidupan asmaranya.
Meski secara kasat mata hidupnya tampak mapan, Alex dihantui perasaan bahwa waktunya semakin sempit. Ia bekerja sebagai agen literasi yang cukup mumpuni, tinggal di apartemen nyaman, dan memiliki seorang putra remaja bernama Ruari yang sebentar lagi masuk universitas.
Premis dan Karakter Utama
Alex diperankan langsung oleh Horgan, sementara Rupert Friend berperan sebagai Patrick, mantan kekasih yang kembali hadir dalam hidupnya. Aran Murphy memerankan Ruari, putra Alex yang tiba-tiba memutuskan berhenti kuliah beberapa hari setelah semester dimulai.
Sharlene Whyte berperan sebagai Sam, atasan sekaligus sahabat Alex di kantor agen literasi. Robbie Gee melengkapi jajaran pemain utama. Serial ini terdiri dari delapan episode berdurasi setengah jam.
Komedi yang Jujur Soal Usia dan Tubuh
Youth tidak menghindar dari topik-topik yang jarang disentuh serial komedi lain. Salah satu plot poin melibatkan perdarahan pascamenopause yang terjadi saat Alex tengah terlibat hubungan intim di kamar mandi. Ada pula adegan soal pelepasan plester estrogen yang justru menjadi momen intim bersama pasangan.
Horgan juga menyoroti kekhawatiran Alex soal sisa waktu sebagai makhluk seksual. Dalam sebuah adegan, dokter Alex sempat berkelakar soal rahangnya yang terkilir saat rapat kerja, namun bagi Alex itu bukan bahan lelucon.
Konflik Keluarga dan Pencarian Jati Diri
Selain urusan asmara, Alex harus menghadapi kenyataan bahwa putranya kembali ke rumah tanpa penjelasan. Di sisi lain, kesehatan kedua orang tuanya menurun — ibunya mengidap diabetes, sementara ayahnya mengalami Alzheimer yang semakin parah.
Ruari sendiri punya pergulatan tersendiri. Ia merasa tertekan oleh pesan-pesan dari podcast bergaya manosphere yang menuntut pria muda tampil kuat, percaya diri secara seksual, namun tak boleh terlihat lemah atau membutuhkan bantuan.
Chemistry dengan Rupert Friend
Dinamika antara Alex dan Patrick menjadi salah satu daya tarik serial ini. Alex sebenarnya ingat betul bagaimana hubungan mereka berakhir mengecewakan, tetapi ia tetap sulit menjauh dari Patrick. Chemistry antara Horgan dan Friend disebut sebagai salah satu elemen yang membuat serial ini terasa hidup.
Horgan tidak menggambarkan Alex sebagai sosok yang sempurna. Alex yang mengaku sudah bosan bermain permainan justru tetap melakukannya, mempercepat hubungan dengan pria yang sebenarnya tidak ia sukai hanya agar punya tempat bersandar.
Kritik terhadap Industri Penerbitan
Youth juga menyentuh industri penerbitan melalui karakter-karakter di kantor Alex. Meski satire terhadap dunia penerbitan bukan hal baru, serial ini tetap menghadirkan momen lucu lewat karikatur rekan kerja Alex, termasuk karakter Malcolm.
Serial ini menegaskan bahwa tumbuh dewasa dan memahami diri sendiri adalah proses seumur hidup. Alex mungkin sudah cukup tua untuk tahu mana yang lebih baik, tetapi itu tidak selalu membuatnya bertindak lebih bijak.
Youth menjadi salah satu judul terbaru HBO yang mengangkat cerita tentang perempuan paruh baya dengan pendekatan komedi yang tajam dan tanpa sensor. Serial ini menambah daftar karya Horgan yang konsisten mengangkat kisah hubungan manusia dengan kejujuran yang menyakitkan sekaligus menghibur.