MAMUJU — Posyandu Ujung Parappe mengungguli 5 kabupaten lainnya di Sulawesi Barat setelah dinilai memiliki terobosan pelayanan yang kreatif dan ramah masyarakat. Berdasarkan surat keputusan yang ditetapkan di Mamuju pada 20 Agustus 2026, posisi Terbaik II ditempati Posyandu Teratai Putih I dari Toabo, Kabupaten Mamuju.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat Desa Lalatedzong atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa posyandu tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat yang inovatif.
Mengapa Posyandu Ujung Parappe Menang? Ini 5 Inovasi Andalannya
Tim penilai mempertimbangkan sejumlah program unggulan yang dijalankan Posyandu Ujung Parappe. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan partisipasi warga dan kenyamanan balita saat pemeriksaan. Berikut rinciannya:
- Posyandu Arisan Mario Siola-Ola — Pendekatan berbasis kearifan lokal yang bertujuan menarik partisipasi aktif warga dalam setiap kegiatan.
- Area Bermain Ramah Anak — Fasilitas ini disiapkan agar balita merasa nyaman dan tidak rewel ketika menjalani pemeriksaan kesehatan.
- Grup WhatsApp "Satu Jari, Informasi Tiba" — Mempermudah akses informasi jadwal dan layanan kesehatan melalui gawai dalam satu genggaman.
- Program Reward Kehadiran — Pemberian apresiasi bagi ibu dan balita yang rutin serta disiplin datang ke posyandu.
- Perpustakaan Mini Mario Siola-Ola — Sudut literasi yang menyasar para ibu untuk mengedukasi sambil menunggu antrean pemeriksaan.
Target: Menjadi Role Model Posyandu di Enam Kabupaten
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi posyandu lain di enam kabupaten se-Sulawesi Barat. DKPPKB Sulbar menilai peningkatan kualitas pelayanan dan inovasi harus terus dipacu agar layanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Posyandu dapat terus berkembang. Tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjelma menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan dekat dengan keluarga,” ujar dr. Nursyamsi Rahim dalam keterangan resminya.
Pihaknya menambahkan, penguatan posyandu merupakan bagian dari strategi mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Suhardi Duka. “Jika Posyandu kuat, maka keluarga sehat dan masyarakat akan semakin sejahtera,” pungkasnya.