Pencarian

Dinas Pangan Sulbar Gelar Bimtek Menu B2SA di Desa Galung Tuluk, Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Cegah Stunting

Jumat, 31 Juli 2026 • 09:08:31 WIB
Dinas Pangan Sulbar Gelar Bimtek Menu B2SA di Desa Galung Tuluk, Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Cegah Stunting
Puluhan kader posyandu dan anggota TP PKK mengikuti Bimtek Menu B2SA di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman.

POLEWALI MANDAR — Puluhan kader posyandu dan anggota TP PKK Desa Galung Tuluk mendapat pelatihan langsung meracik menu keluarga bergizi dari bahan pangan lokal. Bimtek yang digelar di Kecamatan Balanipa ini dihadiri Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Polman, Ahmad Kilang, serta Kepala Desa Galung Tuluk, Burhanuddin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya pada aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia. Fokus utamanya adalah penguatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat sebagai upaya pencegahan stunting.

Kader Desa Disiapkan Jadi Agen Edukasi Gizi

Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Nugroho Hamid, menegaskan bahwa para peserta tidak hanya dibekali teori. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap seluruh peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing sehingga penerapan pola konsumsi B2SA semakin meluas di tengah Masyarakat,” kata Nugroho saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, ketahanan pangan tidak semata diukur dari banyaknya stok beras atau bahan pokok. Ukuran utamanya adalah kemampuan masyarakat memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang memenuhi kebutuhan gizi setiap anggota keluarga.

Pangan Lokal Jadi Kunci Menu Sehat Ekonomis

Materi bimtek disampaikan oleh A. Candrawali dari YAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia). Peserta diajarkan prinsip penyusunan menu B2SA, pentingnya pemenuhan gizi pada setiap tahapan usia, hingga praktik meracik menu yang sehat, ekonomis, dan mudah diterapkan.

Pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi sorotan utama dalam pelatihan ini. Pendekatan ini dinilai strategis karena bahan baku tersedia di sekitar pemukiman warga, sehingga harga menu lebih terjangkau dibandingkan mengandalkan bahan impor atau olahan pabrik.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Para kader yang sehari-hari menangani ibu hamil dan balita di posyandu terlihat antusias berkonsultasi langsung mengenai penerapan menu B2SA di lapangan.

Pemkab Polman Apresiasi Langkah Pemprov

Ahmad Kilang yang membuka kegiatan secara resmi memberikan apresiasi kepada Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, pemilihan Desa Galung Tuluk sebagai lokasi bimtek adalah langkah tepat karena desa ini menjadi salah satu garda terdepan pelayanan gizi masyarakat.

“Bimtek ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyusunan menu bergizi yang memanfaatkan potensi pangan lokal,” ujar Ahmad Kilang.

Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada pelatihan ini. Ilmu yang diperoleh harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada tetangga serta keluarga pasien di posyandu.

Kepala Desa Galung Tuluk, Burhanuddin, menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai kesadaran warga akan pentingnya konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman masih perlu terus didorong melalui pendampingan rutin.

Melalui bimtek ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan pengetahuan gizi yang diterima para kader dapat mempercepat penurunan stunting. Target akhirnya adalah mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing melalui pemanfaatan pangan lokal.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: poinsembilan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks