SULAWESI BARAT — Awalnya, Jufriyah hanya memproduksi peyek saat mendekati Hari Raya Idulfitri untuk menambah pemasukan keluarga. Aktivitas utamanya sehari-hari adalah sebagai penjahit rumahan. Namun, permintaan yang terus meningkat mendorongnya untuk melangkah lebih serius.
Ia mulai mengurus legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Dari situ, lini produknya melebar: dari ayam goreng, paket nasi box, hingga Tepung Fried Chicken Ria Barokah yang kini menjadi produk andalan. Tepung serbaguna ini bisa dipakai untuk menggoreng ayam, kulit ayam crispy, jamur, tempe, hingga aneka gorengan lainnya.
Dari Rumah BUMN ke Pasar Lebih Luas
Perubahan besar terjadi saat Jufriyah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Serang dan mulai aktif di platform LinkUMKM. “Saya memutuskan untuk selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan LinkUMKM, mulai dari media sosial hingga pelatihan daring. Dari kegiatan tersebut saya mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan yang bermanfaat bagi usaha yang saya jalankan,” ujar Jufriyah dalam keterangan resmi BRI, Rabu, 24 Juni 2026.
Melalui program itu, ia mendapat fasilitasi sertifikasi halal gratis dan bantuan kemasan full printing untuk produk tepungnya. Jufriyah juga memanfaatkan fitur scoring dan Etalase LinkUMKM untuk memonitor perkembangan bisnis serta memperluas pemasaran. “Alhamdulillah dengan kemasan yang mendukung, penjualan ikut meningkat dan produk menjadi lebih mudah dikenali. Saya sebagai pemilik usaha juga menjadi lebih percaya diri dalam memasarkan produk,” tambahnya.
Transaksi Digital dan Jangkauan yang Melebar
Untuk memudahkan transaksi, Jufriyah mengadopsi QRIS BRI. Kini produk Ria Barokah tidak hanya dijual secara langsung, tetapi juga melalui reseller, pameran, media sosial, hingga Etalase LinkUMKM. Pasar yang semula hanya di Kota Serang kini merambah ke berbagai daerah di Provinsi Banten dan luar provinsi.
BRI: Konsistensi dan Akses Belajar Kunci UMKM Naik Kelas
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menilai perjalanan Jufriyah menjadi contoh nyata potensi UMKM. “Langkah kecil yang dimulai dari usaha rumahan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang lebih besar ketika dijalankan dengan konsisten,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menghadirkan produk yang relevan dengan pasar serta memanfaatkan peluang pengembangan usaha.
Hingga April 2026, BRI mencatat sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah menggunakan LinkUMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pasar. Platform ini menyediakan enam layanan utama: UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan registrasi NIB.