MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kini memiliki dua lembaga baru yang fokus pada pengelolaan air. Gubernur Suhardi Duka melantik Dewan Sumber Daya Air (SDA) dan Komisi Irigasi Provinsi Sulawesi Barat dalam sebuah seremoni di Mamuju, Senin (11/5). Kedua lembaga ini diharapkan menjadi motor penggerak tata kelola air yang lebih efektif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Apa Tugas Utama Dewan SDA dan Komisi Irigasi?
Dewan SDA dan Komisi Irigasi memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi air berjalan optimal. Mulai dari pengaturan sistem irigasi untuk lahan pertanian hingga pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Gubernur Suhardi Duka menekankan bahwa lembaga ini harus mampu memanajemen pemanfaatan air agar benar-benar berguna bagi kepentingan luas.
“Ya, tadi kita sudah lantik Dewan Pengurusnya dan Komisi Irigasinya. Kita berharap supaya itu bisa menciptakan, bisa memanage agar pemanfaatan air itu bisa betul-betul berguna dengan baik,” ujar Suhardi Duka usai pelantikan.
Dampak Langsung pada Ketahanan Pangan Sulbar
Gubernur menilai bahwa pengelolaan air yang efektif akan berdampak langsung pada sektor pertanian. Sulawesi Barat yang dikenal sebagai daerah agraris sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Dengan adanya Dewan SDA dan Komisi Irigasi, diharapkan alokasi air bisa lebih tepat sasaran, terutama saat musim kemarau.
“Keberadaan kedua lembaga ini sangat penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya air, termasuk pengaturan sistem irigasi untuk kebutuhan pertanian dan kepentingan masyarakat luas,” tambah Gubernur.
Sinergi untuk Tata Kelola Berkelanjutan
Pemerintah Provinsi Sulbar optimistis sinergi antara Dewan SDA dan Komisi Irigasi akan menghadirkan tata kelola air yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ke depan, kedua lembaga ini diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat.
Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Sulbar serius dalam mengelola sumber daya air. Bagi petani di Mamuju, Polewali Mandar, dan daerah lainnya, kehadiran lembaga ini menjadi harapan baru agar pasokan air irigasi lebih terjamin sepanjang tahun.