Pencarian

Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ingatkan Ancaman Penyimpangan Ideologi di Mamuju

Sabtu, 09 Mei 2026 • 14:11:54 WIB
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ingatkan Ancaman Penyimpangan Ideologi di Mamuju
Gubernur Sulbar Suhardi Duka membuka Pameran Budaya Pancasila 2026 di Rumah Adat Mamuju.

MAMUJU — Pelataran Rumah Adat Mamuju menjadi saksi pembukaan Pameran Budaya Pancasila 2026 yang berlangsung khidmat pada Jumat malam (8/5/2026). Perhelatan ini diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat berkolaborasi dengan Pemuda Pancasila.

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka hadir langsung untuk membuka agenda bertema “Pancasila Dalam Lensa Budaya” tersebut. Pria yang akrab disapa SDK ini menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks kenegaraan, melainkan roh yang menyatukan keberagaman suku dan adat di tanah Mandar serta seluruh nusantara.

Pancasila Harus Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Daerah

Dalam arahannya, SDK menginstruksikan agar seluruh program pemerintah di wilayah Sulawesi Barat senantiasa berpijak pada nilai-nilai luhur ideologi bangsa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan diukur dari sejauh mana kesejahteraan rakyat dapat dirasakan secara merata tanpa diskriminasi.

“Kita ingin agar pancasila, kita wujudkan dalam bentuk program pembangunan untuk mengsejahterakan seluruh bangsa indonesia,” kata Suhardi Duka saat memberikan sambutan di hadapan para tamu undangan.

Ia menilai penguatan ideologi tidak boleh terputus dari akar tradisi lokal yang sudah hidup jauh sebelum kemerdekaan. Pancasila dianggap sebagai kepribadian bangsa yang dinamis namun tetap memegang teguh prinsip persatuan di tengah perbedaan pulau, suku, dan bahasa.

Mewaspadai Rekam Jejak Penyimpangan Ideologi Bangsa

Gubernur mengingatkan bahwa perjalanan ideologi Pancasila di Indonesia kerap menghadapi tantangan besar, termasuk upaya pengkhianatan yang tercatat dalam sejarah. Ia merujuk pada peristiwa bersejarah yang kemudian diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober sebagai pengingat bagi generasi sekarang.

“Pancasila juga menanamkan harapan akan masa depan bangsa, sehingga itu dalam perjalanannya sering diuji dalam berbagai bentuk, baik itu penyelewengan maupun penghianatan. Sejarah orde baru dikenal dengan hari kesaktian pancasila 1 Oktober yang selalu kita diperingati,” ungkapnya.

SDK menekankan bahwa tantangan ideologi saat ini mungkin berbeda bentuknya, namun tetap memerlukan kewaspadaan kolektif. Hal ini menjadi alasan mengapa pendekatan budaya dipilih untuk membumikan kembali nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat luas.

Pameran Lensa Budaya Sasar Pemahaman Generasi Muda

Sebagai Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sulbar, SDK menaruh perhatian khusus pada cara generasi muda memaknai ideologi negara. Ia berharap Pancasila tidak hanya dipahami sebagai kewajiban formal di sekolah atau instansi, tetapi menjadi perilaku konkret dalam kehidupan sosial.

SDK juga menyoroti dinamika ruang publik yang sering kali terjebak dalam perdebatan mengenai siapa yang paling Pancasilais. Baginya, esensi utama adalah bagaimana nilai tersebut bermakna dalam tingkah laku sehari-hari seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat TNI-Polri dan sektor swasta.

“Olehnya itu tujuan kita bersama sebagai pemerintah, TNI-Polri, swasta dan siapapun kita tentunya ingin supaya pemahaman kita terhadap pancasila ini lebih bermakna didalam tingkahlaku kita sehari hari,” pungkas Suhardi Duka.

Bagikan
Sumber: reportase.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks