Pencarian

Polres Majene Tangkap Perempuan Penganiaya Lansia di Baruga, Korban Dipukul Ulekan Batu 9 Kali

Senin, 11 Mei 2026 • 14:20:29 WIB
Polres Majene Tangkap Perempuan Penganiaya Lansia di Baruga, Korban Dipukul Ulekan Batu 9 Kali
Polres Majene menangkap perempuan diduga pelaku penganiayaan lansia di Baruga.

MAJENE — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majene bersama Subdit Jatanras dan DVI Polda Sulawesi Barat meringkus seorang perempuan berinisial MH (40) sebagai terduga pelaku penganiayaan maut. Peristiwa itu terjadi di Lingkungan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, pada Selasa (5/5/2026) siang.

Korban bernama Nursam (65) ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya dengan luka parah di bagian kepala. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa pelaku memukul kepala korban menggunakan ulekan batu sebanyak sembilan kali hingga menyebabkan sembilan luka robek. Tak berhenti di situ, pelaku juga diduga membakar tubuh korban di dalam kamar hingga meninggal dunia di tempat.

Kronologi Penangkapan di Malam Hari

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari seorang mahasiswi bernama Nurul Inaya (20) pada Kamis (6/5/2026). Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan intensif, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan hasil visum et repertum.

Setelah melakukan pengembangan kasus, aparat akhirnya mengamankan terduga pelaku pada Jumat malam, 8 Mei 2026, sekitar pukul 22.45 WITA. MH diketahui merupakan warga Lingkungan Tunda, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur. Kini, ia telah diamankan di Mapolres Majene untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Atas perbuatannya, MH disangkakan melanggar Pasal 466 Ayat (3) Subsider Pasal 458 Ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Kasat Reskrim Polres Majene AKP Fredy, S.H., M.H., menegaskan pihaknya akan menangani perkara ini secara profesional dan tuntas.

"Kami berkomitmen memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban serta masyarakat," ujar AKP Fredy dalam keterangannya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mendalami motif di balik aksi brutal tersebut. Barang bukti berupa ulekan batu dan sejumlah barang lain di lokasi kejadian telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Bagikan
Sumber: kabarsulbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks