Jakarta — Anjungan Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencatatkan prestasi gemilang dalam penghargaan bergengsi Pradana Nitya Budaya 2026. Dalam ajang penilaian bertahap selama tiga hari yang melibatkan 34 anjungan provinsi, Sulawesi Barat berhasil menembus 13 besar dan meraih penghargaan khusus Hospitality Terbaik, kategori yang menilai keramah-tamahan, pelayanan, dan kehangatan emosional bagi pengunjung.
Penetapan pemenang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan RI dengan mengevaluasi lima aspek utama: tata kelola anjungan, program budaya, sumber daya manusia dan pelayanan, kondisi fisik bangunan, serta kolaborasi dan inovasi budaya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi dorong untuk inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan warisan budaya Nusantara.
Pengakuan atas Identitas Keramahan Sulawesi Barat
Penghargaan Hospitality Terbaik yang diterima Sulawesi Barat mencerminkan upaya konsisten dalam memberikan pengalaman positif kepada setiap pengunjung. Kategori ini khusus menilai kualitas interaksi staf, respons terhadap kebutuhan pengunjung, dan daya tarik emosional dari penyajian budaya lokal.
"Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Barat. Masuk dalam peringkat 13 besar dari 34 anjungan adalah bukti bahwa kerja keras pengelolaan anjungan berjalan baik. Ini mencerminkan budaya Sulawesi Barat yang menjunjung tinggi keramahan dan pelayanan kepada tamu," ujar Gemilang Sukma, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat.
Posisi Sulawesi Barat di Antara Provinsi Lain
Dalam penghargaan kategori lainnya, Kalimantan Selatan meraih piala bergilir tertinggi, diikuti Bali di peringkat kedua dan Jawa Tengah peringkat ketiga. Adapun kategori spesifik lainnya dimenangkan Sumatera Selatan untuk Tata Pamer Terbaik dan Jawa Timur untuk Resiliensi Terbaik. Pencapaian Sulawesi Barat menempatkan provinsi ini sebagai salah satu pemain kuat dalam preservasi dan promosi budaya daerah secara nasional.
Alignment dengan Visi Pembangunan Daerah
Gemilang Sukma menghubungkan capaian ini dengan semangat Pancadaya, arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Visi ini menekankan penguatan nilai sosial, budaya, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa "penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi anjungan daerah TMII yang unggul dalam pengelolaan, pelestarian budaya, dan pelayanan pengunjung, sekaligus mendorong inovasi dan pengukuran kinerja yang lebih baik ke depan."
Peran Anjungan sebagai Etalase Budaya Nasional
Sejak beroperasi, Anjungan Sulawesi Barat di TMII berfungsi sebagai jendela budaya yang memperkenalkan kekayaan seni, adat-istiadat, tradisi, dan potensi ekonomi lokal kepada jutaan pengunjung dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Penghargaan tahun 2026 ini melanjutkan prestasi positif yang telah dicapai tahun sebelumnya.
Dengan pengakuan nasional ini, Anjungan Sulawesi Barat diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai wajah budaya daerah di panggung nasional sekaligus menjadi motivasi tim pengelola untuk terus meningkatkan standar layanan, memperdalam program pelestarian budaya, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan dinamika pengunjung modern.