Inovasi Promkes di Sulbar: WhatsApp Group Ibu Pandai Jadi Sarana Edukasi Kesehatan dari Pasangkayu

Penulis: Saiful  •  Jumat, 04 September 2026 | 08:16:31 WIB
Dewi Herlina membagikan pengalaman pengelolaan WhatsApp Group Ibu Pandai sebagai sarana edukasi kesehatan dalam Sharing Session Promkes yang digelar DKPPKB Sulawesi Barat secara daring.

MAMUJU — DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat menggelar Sharing Session Promosi Kesehatan bertajuk “Upgrade Skill Kamu bersama #PromkesSIOLA” secara daring untuk mendorong inovasi edukasi kesehatan berbasis digital. Kegiatan yang digelar Kamis (3/9/2026) itu menghadirkan Dewi Herlina, Pelaksana Promosi Kesehatan Puskesmas Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, sebagai narasumber yang berbagi pengalaman mengelola WAG Ibu Pandai.

WAG Ibu Pandai: Ruang Konsultasi Kesehatan Warga

WAG Ibu Pandai tidak sekadar menjadi saluran penyampaian informasi kesehatan. Grup percakapan ini juga dimanfaatkan untuk membuka ruang diskusi dan konsultasi, serta menjadi wadah berbagi pengalaman bagi masyarakat, khususnya para ibu.

Metode ini dinilai efektif karena berangkat dari kebiasaan komunikasi harian warga. Alih-alih membangun aplikasi khusus atau portal web, pemanfaatan platform yang sudah dekat dengan keseharian masyarakat menjadi langkah adaptif yang dilakukan tenaga kesehatan di puskesmas.

Adaptasi Teknologi untuk Jangkauan Edukasi yang Lebih Luas

Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan DKPPKB Sulawesi Barat, Muh Saleh, yang memandu kegiatan tersebut, mengatakan promosi kesehatan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat yang terus berubah.

“Media digital, termasuk WhatsApp, sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, kita perlu memanfaatkannya sebagai salah satu ruang untuk memberikan informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan dapat diakses masyarakat,” kata Muh Saleh.

Praktik Baik Jadi Pelajaran Lintas Puskesmas

Kegiatan berbagi pengalaman ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi tenaga promosi kesehatan di Sulawesi Barat. Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyebut setiap puskesmas memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat dibagikan sebagai pembelajaran bersama.

“Praktik baik yang dilakukan di satu daerah dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Tentunya, inovasi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Sharing session ini merupakan bagian dari upaya membangun jejaring pembelajaran antar tenaga promosi kesehatan. DKPPKB menilai pengembangan metode edukasi yang lebih inovatif dan interaktif menjadi kunci agar promosi kesehatan tidak berfokus pada penyampaian informasi satu arah, melainkan juga membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.

Target: Perluasan Akses Informasi Kesehatan yang Akurat

Melalui pemanfaatan saluran komunikasi digital, DKPPKB Sulawesi Barat berharap akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang akurat dan terpercaya semakin meluas. Semangat berbagi pengalaman dan belajar bersama ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk menghadirkan inovasi demi mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera.

Reporter: Saiful
Sumber: kabardesa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top