Material Proyek Perumahan Tutupi Sungai Simbuang, Puluhan Warga Mamuju Terancam Banjir Bandang

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 18:49:02 WIB
Material proyek perumahan menutupi aliran Sungai Simbuang di Mamuju, Sulawesi Barat.

MAMUJU — Aktivitas pematangan lahan untuk proyek perumahan di Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mulai berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Material tanah dan bebatuan dari penggusuran bukit meluber hingga menutupi badan Sungai Simbuang, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya bencana banjir bandang saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Penyumbatan ini dinilai membahayakan keselamatan warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai. Endapan material yang masuk ke sungai membuat debit air terancam meluap ke pemukiman jika tidak segera dikeruk kembali oleh pihak pengelola proyek.

Ancaman Banjir Bandang Hantui Warga Bantaran Sungai

Irfan, salah seorang warga yang terdampak, mengungkapkan bahwa tumpukan material tersebut merupakan ancaman nyata bagi puluhan kepala keluarga di Kelurahan Simboro. Menurutnya, posisi pemukiman yang berada di bantaran sungai membuat warga sangat rentan jika terjadi luapan air secara tiba-tiba.

"Material penggusuran bukit yang meluber hingga menutupi sungai dapat mengakibatkan banjir bandang jika hujan deras mengguyur Mamuju. Kalau terjadi banjir bandang, puluhan warga yang berdomisili di bantaran Sungai Simbuang bisa terancam," ujar Irfan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (10/5/2026).

Ia menekankan bahwa pihak pengembang seharusnya memiliki langkah mitigasi yang jelas. Setiap kali material proyek meluber ke sungai, pembersihan harus dilakukan seketika agar tidak terjadi pendangkalan yang berujung pada penyumbatan total aliran air.

Pengembang Berdalih Masih Menunggu Alat Berat

Warga mengaku sudah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak pengembang terkait masalah ini. Namun, meskipun sudah ada komitmen untuk melakukan pembersihan, fakta di lapangan menunjukkan tumpukan tanah masih dibiarkan begitu saja tanpa penanganan serius.

"Pihak pengembang sudah berjanji untuk membersihkan material yang menutupi sungai. Namun meskipun pihak pengembang sudah berjanji, sampai saat ini material yang menutupi sungai belum juga dibersihkan," beber Irfan.

Dikonfirmasi terpisah, pihak pengembang, Harus Suardi Mangile, membenarkan adanya material proyek yang masuk dan menutupi aliran Sungai Simbuang. Ia mengklaim bahwa pihaknya tidak berniat membiarkan kondisi tersebut, namun saat ini masih terkendala ketersediaan armada di lokasi proyek.

"Kami berjanji akan membersihkan material yang menutupi sungai. Rencana kami sudah mau membersihkan material yang menutupi sungai, saat ini masih menunggu alat untuk membersihkan material yang menutupi sungai," jelas Harus Suardi Mangile.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu realisasi janji tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengembang agar tidak mengabaikan aspek keselamatan lingkungan dan warga sekitar.

Reporter: Sutomo
Sumber: jurnaltivi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top