Pelatihan Perencanaan Pembangunan Kesehatan (RENKESDA) ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI. Selama enam hari, para peserta mendapatkan pembekalan teknis untuk menghasilkan perencanaan yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel.
Inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari program Global Fund – Resilient and Sustainable Systems for Health (GF-RSSH). Fokus utamanya adalah menciptakan sistem kesehatan yang berketahanan dan berkelanjutan di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Fokus Penguatan Program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria
Pelatihan RENKESDA kali ini mencakup berbagai aspek strategis yang menjadi tantangan kesehatan di Sulawesi Barat. Para staf DKPPKB dibekali kemampuan teknis untuk mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran program prioritas ke dalam dokumen resmi daerah.
Beberapa poin utama yang dibahas dalam pelatihan meliputi:
- Penguatan perencanaan program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).
- Analisis kualitas belanja kesehatan daerah agar lebih efisien.
- Penguatan fungsi laboratorium kesehatan masyarakat.
- Integrasi layanan primer dan pengembangan media pembelajaran kesehatan.
- Mekanisme monitoring serta evaluasi program yang lebih ketat.
Dukung Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera
Langkah DKPPKB Sulbar ini merupakan bagian dari implementasi visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Fokus utamanya adalah mewujudkan "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera" melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penguatan kapasitas teknis aparatur dianggap mendesak untuk menghadapi dinamika kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang. Melalui perencanaan yang matang, diharapkan intervensi kesehatan di lapangan dapat memberikan dampak nyata bagi derajat kesehatan masyarakat.
Kunci Kebijakan Kesehatan Tepat Sasaran
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kompetensi perencana kesehatan adalah fondasi utama dalam melahirkan kebijakan yang efektif. Tanpa data dan perencanaan yang kuat, program kesehatan berisiko tidak tepat sasaran.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap staf yang mengikuti dapat meningkatkan kompetensi dalam menyusun dokumen perencanaan yang berkualitas, berbasis data, serta mampu mengintegrasikan program prioritas secara efektif,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Sulawesi Barat sangat bergantung pada sejauh mana aparatur mampu menyusun strategi yang efisien. Pelatihan RENKESDA diharapkan menjadi katalisator bagi DKPPKB Sulbar untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang berdampak langsung pada masyarakat.