MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, memimpin rapat pemantapan persiapan MTQ XI tingkat provinsi di Mamuju pada Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan teknis, mulai dari penetapan jadwal kegiatan, lokasi panggung utama, hingga pengaturan akomodasi bagi dewan hakim.
Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran daerah, penyelenggaraan MTQ XI dipastikan tetap berjalan maksimal. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulbar, H. Suharli, menyebut bahwa keterbatasan dana tidak boleh mengurangi kualitas syiar Islam di Sulawesi Barat.
Kementerian Agama berencana menggandeng sektor perbankan yang selama ini menjadi mitra strategis untuk memperkuat dukungan pendanaan. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menjadi energi tambahan agar agenda keagamaan terbesar di tingkat provinsi tersebut tetap bergaung kuat.
“Meski di tengah efisiensi anggaran saat ini, MTQ harus tetap berjalan maksimal. Karena itu dibutuhkan partisipasi aktif dari kita semua yang hadir di sini. Insya Allah, dengan ikhtiar dan keikhlasan, gelaran ini dapat berjalan sukses,” ujar Suharli saat mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sulbar.
Sekda Junda Maulana menegaskan bahwa penunjukan tuan rumah MTQ merupakan amanah besar yang menuntut tanggung jawab kolektif. Ia meminta panitia merancang konsep acara yang sederhana namun tetap mampu menghadirkan kemeriahan serta keterlibatan masyarakat secara luas.
Menurut Junda, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi tilawah semata. Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi lokal melalui sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku usaha di Sulawesi Barat.
Beberapa poin strategis yang telah disepakati dalam rapat koordinasi tersebut antara lain:
Dari perspektif keagamaan, MTQ XI menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda yang moderat dan berakhlak. Kemenag Sulbar berkomitmen memastikan nilai-nilai Al-Qur’an hadir dalam keseharian masyarakat, bukan hanya saat perlombaan berlangsung.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan terus memantau progres persiapan di setiap sektor melalui rapat evaluasi berkala. Sinergi antarlembaga dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama agar MTQ XI tidak hanya sukses secara seremonial, tetapi juga memberikan dampak spiritual yang mendalam bagi warga Bumi Manakarra.