15 Warga Sukabumi Terlantar di Mamuju Usai Kena Tipu Mandor Proyek

Penulis: Yasir  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 13:17:50 WIB
warga Sukabumi terkatung-katung di Mamuju setelah diduga menjadi korban penipuan mandor proyek.

MAMUJU — Belasan warga asal Kabupaten Sukabumi terkatung-katung di perantauan setelah dijanjikan pekerjaan di wilayah Sulawesi Barat. Para pekerja ini diduga menjadi korban penipuan oleh seorang mandor proyek yang membawa mereka dari Pulau Jawa.

Informasi penipuan ini dikonfirmasi oleh Camat Cibadak, Mulyadi, setelah pihaknya melakukan asesmen di Desa Ciheulangtonggoh, Senin (4/5/2026). Berdasarkan data sementara, terdapat total 19 orang dalam rombongan tersebut, dengan 15 orang di antaranya merupakan warga Sukabumi dan empat lainnya berasal dari Bandung.

Modus Penipuan: Janji Kasbon Rp1,5 Juta dan Ongkos Jalan

Para warga ini awalnya bekerja di wilayah Jawa dan Solo sebelum akhirnya diajak oleh seorang mandor untuk mengadu nasib di Sulawesi Barat. Pelaku menjanjikan pekerjaan proyek dengan fasilitas biaya perjalanan yang ditanggung sepenuhnya serta uang kasbon sebesar Rp1,5 juta bagi setiap pekerja.

“Setelah sampai di lokasi proyek, orang yang mengajak kerja tersebut kabur. Di sana belum ada pekerjaan sehingga mereka telantar,” ujar Mulyadi.

Rombongan diketahui berangkat dari Sukabumi pada Kamis, 30 April 2026, menggunakan dua unit mobil. Namun, sesampainya di Mamuju, mandor yang menjanjikan pekerjaan tersebut menghilang tanpa jejak dan meninggalkan rombongan tanpa kepastian kerja maupun biaya hidup.

Rincian Wilayah Asal 15 Warga Sukabumi yang Terjebak

Pihak Kecamatan Cibadak telah memverifikasi identitas para warga yang terjebak di Mamuju. Sebaran asal wilayah mereka mencakup beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kecamatan Nagrak: 7 orang
  • Kecamatan Cibadak: 4 orang
  • Kecamatan Palabuhanratu: 2 orang
  • Kecamatan Cicantayan: 1 orang
  • Kecamatan Gunungguruh: 1 orang

Selain warga Sukabumi, terdapat empat orang lainnya dalam rombongan tersebut yang berasal dari wilayah Bandung. Keberadaan mereka di Sulawesi Barat telah dikonfirmasi oleh masing-masing pihak keluarga dan aparatur desa setempat, termasuk orang tua dari salah satu warga bernama Bayu Mugi Rahayu.

Kondisi Terkini: Menumpang di Rumah Warga Lokal

Saat ini, 15 warga Sukabumi tersebut terpaksa bertahan hidup dengan kondisi seadanya di Kelurahan Rangas. Untuk tempat tinggal, mereka menumpang di rumah-rumah penduduk sekitar yang merasa iba dengan kondisi rombongan tersebut.

Kebutuhan logistik harian seperti makan dan minum sejauh ini hanya mengandalkan pemberian sukarela dari masyarakat Mamuju. Minimnya perbekalan membuat mereka tidak memiliki pilihan selain menetap sementara di lokasi tersebut sembari menunggu bantuan.

“Mereka berharap bisa secepatnya pulang ke Sukabumi, karena saat ini tidak memiliki ongkos,” ungkap Mulyadi.

Pihak keluarga di Sukabumi kini berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah untuk membantu proses pemulangan anggota keluarga mereka yang terjebak di Sulawesi Barat. Hingga berita ini diturunkan, koordinasi antarwilayah terus dilakukan untuk mencari solusi pemberangkatan kembali para korban ke kampung halaman.

Reporter: Yasir
Back to top