Pencarian

Polda Sulbar Beberkan 4 Modus Penipuan Online Paling Sering Makan Korban, dari Hadiah Palsu hingga Toko Daring Abal-abal

Rabu, 21 Oktober 2026 • 11:45:31 WIB
Polda Sulbar Beberkan 4 Modus Penipuan Online Paling Sering Makan Korban, dari Hadiah Palsu hingga Toko Daring Abal-abal
Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, memaparkan empat modus penipuan online yang paling sering memakan korban.

MAMUJU — Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, menyatakan panduan edukasi visual itu diterbitkan sebagai respons atas fenomena kejahatan siber yang kian marak. Warga diminta tidak mudah panik dan selalu teliti saat menerima pesan dari nomor tak dikenal.

Menurut Memo, kunci utama menghindari penipuan online adalah mengenali ciri-cirinya lebih dulu. Verifikasi ulang ke sumber resmi disebut sebagai langkah wajib sebelum menindaklanjuti pesan apa pun.

Empat Modus yang Paling Sering Memakan Korban

Data edukasi Polda Sulbar mencatat empat modus penipuan online yang paling sering menjerat korban saat ini. Berikut rinciannya:

  • Hadiah palsu. Pelaku menghubungi korban dan mengklaim mereka memenangkan undian berhadiah. Korban lalu dipaksa mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi agar hadiah bisa dikirim.
  • Link phishing. Korban dikirimi pesan singkat SMS atau WhatsApp berisi tautan palsu, misalnya dengan kedok paket kurir yang tertahan. Saat diklik, tautan itu mencuri data pribadi yang tersimpan di ponsel korban.
  • Menyamar sebagai petugas bank atau instansi resmi. Pelaku menelepon dan mendesak korban menyebutkan kode rahasia seperti One-Time Password (OTP) atau PIN ATM.
  • Toko online palsu di media sosial. Pelaku menawarkan barang bermerek dengan diskon tidak masuk akal, misalnya potongan hingga 70 persen. Setelah korban mentransfer uang, pelaku langsung menghilang dan barang tidak pernah dikirim.

OTP dan PIN Diminta Siapa Pun, Jangan Diberikan

Memo menegaskan tidak ada satu pun pihak yang berhak meminta kode rahasia perbankan warga. Larangan itu berlaku tanpa pengecualian, termasuk bila peminta mengaku sebagai petugas resmi.

"Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, password, ataupun data pribadi perbankan kepada siapa pun tanpa terkecuali. Jika Anda merasa ragu atau menerima pesan yang mencurigakan, segera lakukan verifikasi langsung ke sumber atau instansi resmi," kata Kabid Humas, Rabu (21/10/26).

Warga Diminta Sebar Panduan ke Keluarga

Polda Sulbar berharap informasi edukasi itu tidak berhenti di pembaca pertama. Masyarakat diminta membagikannya kepada keluarga dan kerabat terdekat agar ruang digital di Sulawesi Barat tetap aman dan kondusif.

Empat modus di atas menargetkan kelengahan korban, bukan kelemahan sistem perbankan. Karena itu, sikap tenang dan kebiasaan memverifikasi ulang disebut sebagai pertahanan paling murah bagi warga.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulbarpedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks