Pencarian

Jakarta Film Summit 2026 Dibuka, 500 Peserta dari 10 Negara Ikut Serta

Selasa, 20 Oktober 2026 • 19:18:30 WIB
Jakarta Film Summit 2026 Dibuka, 500 Peserta dari 10 Negara Ikut Serta
Gubernur DKI Pramono Anung membuka Jakarta Film Summit 2026 di Royal Glass House, Park Hyatt Jakarta, Selasa (20/10).

SULAWESI BARAT — Jakarta Film Summit 2026 resmi dibuka Gubernur DKI Pramono Anung di Royal Glass House, Park Hyatt Jakarta, Selasa (20/10). Forum tiga hari hingga 22 Oktober itu diikuti lebih dari 500 peserta dari 10 negara dan menghadirkan 40 pembicara. Ajang ini menyasar tiga hasil konkret: rekomendasi kebijakan, peningkatan kapasitas industri, dan penguatan visibilitas Jakarta di kancah perfilman global.

Jakarta Film Summit (JFS) 2026 mengusung visi menjadikan Jakarta sebagai pusat perfilman regional. Sepanjang 20-22 Oktober, rangkaian diskusi mempertemukan perwakilan pemerintah, lembaga keuangan, investor, platform streaming, dan pelaku industri film.

Fokus pembahasannya menyentuh empat area: kebijakan, regulasi, investasi, dan pembiayaan. Kombinasi itu dinilai sebagai fondasi yang selama ini belum sepenuhnya tersambung di ekosistem perfilman nasional.

Kebijakan dan Perizinan Jadi Topik Pembuka

Hari pertama JFS 2026 membedah pembangunan ekosistem yang mendukung kegiatan produksi. Topik yang diangkat mencakup kebijakan, insentif, perizinan, hingga pemanfaatan lokasi syuting di Jakarta.

Sesi ASEAN Film Alliance Network menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu. Forum itu membahas pengembangan talenta, skema pembiayaan, dan peluang produksi bersama di tingkat regional.

Pembiayaan dan Peran Perbankan

Diskusi berlanjut pada hari kedua dengan fokus pada pembiayaan, investasi, dan keberlanjutan industri. Peserta membahas kesiapan proyek film untuk memperoleh investasi serta peran perbankan dalam membiayai produksi.

Pemanfaatan data audiens juga masuk agenda, terutama untuk mendukung analisis risiko dan pengambilan keputusan investasi. Pendekatan berbasis data ini menjadi kunci agar investor punya dasar ukur yang jelas sebelum menanam modal di sebuah proyek.

Modal Jakarta Menurut Pramono Anung

Pemerintah Provinsi DKI menyatakan dukungan penuh terhadap JFS 2026. Gubernur Pramono Anung menilai Jakarta punya infrastruktur, aktivitas ekonomi, dan konektivitas transportasi yang menopang industri kreatif.

Pramono menempatkan visi pusat perfilman regional dalam konteks pengembangan kota-kota film dunia, termasuk Busan di Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan potensi Jakarta untuk menarik talenta, investasi, dan produksi internasional.

Ia memaparkan sejumlah capaian kota: pertumbuhan ekonomi 5,52 persen, inflasi 2,7 persen, serta peringkat ke-15 dalam pemeringkatan transportasi global yang naik dari posisi ke-17. Sebanyak 93 persen wilayah Jakarta disebut telah terhubung transportasi umum.

Jakarta Scouting Day dan Kolaborasi dengan Hong Kong

Rangkaian JFS 2026 ditutup dengan Jakarta Scouting Day pada 22 Oktober. Para film commissioner dan rumah produksi dijadwalkan menyambangi sejumlah lokasi potensial, termasuk Pasar Rumput, Pelabuhan Muara Angke, Kota Tua, dan Skydeck Bundaran HI.

Agenda itu juga memuat sesi "The Two Cities" bersama Hong Kong untuk membahas pertukaran pengalaman dan kolaborasi antarkota. Jakarta Film Commission bersama Pemprov DKI berharap forum ini menyambungkan kebijakan publik, kebutuhan produksi, dan akses investasi dalam satu jalur.

Bagi industri film Indonesia, JFS 2026 menjadi ujian awal apakah pembicaraan soal pembiayaan dan insentif bisa berujung pada produksi yang benar-benar berjalan di Jakarta.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks