MAMUJU — Pembangunan jalan tani di Desa Bela menyasar lahan-lahan pertanian warga yang selama ini terhubung lewat jalur seadanya. Pemdes Bela menilai akses yang lebih baik akan memangkas waktu dan tenaga yang biasa dihabiskan petani untuk mengangkut hasil panen.
Hanapi menuturkan, keberadaan jalan tani menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam mendukung produktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
"Kita berharap setelah adanya jalan tani yang dibangun, hasil pertanian warga bisa lebih optimal," ujar Hanapi.
Mengapa Akses Jalan Menentukan Hasil Panen Petani Bela
Menurut Hanapi, akses jalan yang memadai sangat penting bagi petani karena dapat memperlancar aktivitas menuju lahan sekaligus memudahkan proses pengangkutan hasil panen. Kondisi itu yang membuat pembangunan jalan tani ditempatkan sebagai prioritas desa pada 2026.
Pembukaan jalan tani diharapkan mempermudah mobilitas para petani, khususnya saat mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju permukiman maupun lokasi pemasaran. Dengan begitu, hasil panen tidak tertahan di kebun karena kendala transportasi.
Dampak yang Diharapkan bagi Perekonomian Warga Tapalang
Pemdes Bela berharap pembangunan akses tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperlancar aktivitas harian petani, jalan tani diproyeksikan ikut mendorong peningkatan perekonomian warga melalui sektor pertanian.
Desa Bela di Kecamatan Tapalang termasuk wilayah yang menggantungkan roda ekonomi dari hasil bumi. Perbaikan infrastruktur jalan tani menjadi salah satu cara pemerintah desa menjaga alur distribusi hasil pertanian tetap berjalan.