SULAWESI BARAT — PT Personel Alih Daya Tbk, yang memasarkan layanannya dengan merek PERSADA, kini berada di bawah kendali Grup INET. Transaksi pengalihan saham dari Kopindosat rampung pada 2 Februari 2026 dengan harga Rp63 per saham. Sebagai tindak lanjut regulasi, INET telah menyelesaikan Penawaran Tender Wajib (MTO) pada periode 18 Juni hingga 17 Juli 2026 untuk maksimal 900 juta saham publik di harga yang sama.
Profil Bisnis PERSADA dan Lini Layanannya
Perseroan yang didirikan pada 21 April 2006 ini fokus pada bisnis penyediaan tenaga kerja alih daya profesional. PADA mengelola lima lini layanan utama: Technical Services untuk pemeliharaan peralatan telekomunikasi, Call Center, Office Services, Security Services, dan Human Resource Services. Perusahaan juga telah mengembangkan lini Courier Services untuk menangkap pertumbuhan pasar e-commerce dan logistik.
Hingga saat ini, PADA memiliki satu kantor pusat di Jakarta Selatan dan 25 kantor perwakilan yang tersebar dari Banda Aceh hingga Jayapura. Perseroan tercatat telah bermitra dengan lebih dari 80 klien dan mengelola lebih dari 8.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Kinerja Saham PADA Setelah IPO
PADA resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 8 Desember 2022. Pada saat penawaran umum perdana, perseroan melepas 900 juta saham baru dengan harga Rp100 per saham dan meraup dana segar Rp90 miliar. Permintaan saat itu tercatat oversubscribed hingga 23,9 kali.
Sebelum melantai di bursa, struktur kepemilikan PADA dikuasai Kopindosat sebesar 83,80%, sementara sisanya dimiliki Sigit Kuntjahjo sebesar 16,20%. Kini setelah akuisisi, PADA menjadi bagian dari ekosistem Grup INET yang lebih luas.
Sinergi dengan WIFI Group untuk Jaringan Internet
Pasca perubahan pengendali, PADA mempercepat kolaborasi dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI Group) yang memasarkan layanan dengan merek Surge. Kerja sama ini mencakup penyediaan tenaga teknisi, tenaga penjualan, distribusi, hingga agen call center untuk mendukung pembangunan jaringan Starlite (FTTH) dan Internet Rakyat (5G FWA) milik WIFI Group.
Integrasi dengan Grup INET diharapkan membuka peluang sinergi lintas bisnis. Ruang lingkupnya meliputi penyediaan tenaga penjualan, teknisi jaringan, hingga project management office di seluruh entitas Grup INET. Perusahaan tidak memiliki anak usaha yang dikonsolidasikan secara resmi, dan secara historis PADA berkedudukan sebagai entitas dalam ekosistem usaha Kopindosat.
Investasi mengandung risiko.