SULAWESI BARAT — Rafael Struick tampil konsisten sebagai starter Dewa United Banten FC di BRI Super League 2026/2027, memicu diskusi soal peluangnya kembali memperkuat Timnas Indonesia. Penyerang 22 tahun itu disebut makin matang menjalankan peran taktis dalam skema Osmar Loss.
Kepercayaan Dewa United kepada Rafael Struick berbuah performa yang terus menanjak di BRI Super League 2026/2027. Penyerang berusia 22 tahun itu rutin masuk starting XI Banten Warriors dan dinilai semakin paham tugas yang diberikan tim pelatih.
Kemampuan membuka ruang, intensitas pressing, serta eksekusi peran taktis menjadi tiga hal yang membuat Struick sulit digeser dari komposisi utama Dewa United. Kombinasi itu pula yang membuat namanya kembali dikaitkan dengan skuad Merah-Putih.
Osmar Loss Sebut Struick Alami Kemajuan Signifikan
Pelatih Dewa United, Osmar Loss, menyatakan perkembangan mantan pemain ADO Den Haag itu berjalan sesuai harapan. Menurutnya, Struick telah menunjukkan peningkatan kualitas sejak awal musim.
"Mengenai Rafael, dia merupakan pemain muda yang pada musim ini menunjukkan perkembangan dan performa yang sangat bagus, terutama dalam menjalankan tugas-tugas taktis di dalam tim. Tentu masih ada beberapa aspek yang perlu dia tingkatkan, dan kami terus bekerja bersama untuk mengembangkan hal tersebut," ujar Osmar Loss.
Catatan itu sejalan dengan peran Struick yang tak hanya berfungsi sebagai ujung tombak. Ia kerap turun ke area tengah untuk menarik bek lawan, lalu membuka celah bagi rekan setimnya.
Soal Pemanggilan Timnas, Osmar Loss Enggan Campur Tangan
Meski memuji performa anak asuhnya, Osmar Loss menolak berspekulasi soal pemanggilan ke Timnas Indonesia. Pelatih asal Brasil itu menegaskan pemilihan pemain sepenuhnya menjadi kewenangan pelatih kepala tim nasional.
"Sementara itu, mengenai peluangnya masuk Timnas Indonesia, saya rasa saya bukan orang yang tepat untuk menentukan apakah dia harus dipanggil atau tidak. Tim nasional memiliki pelatih sendiri. Tentu pelatih Timnas Indonesia yang akan memperhatikan dan menentukan pemain-pemain yang akan dipilih untuk memperkuat tim," tegas Osmar.
Pernyataan tersebut menutup ruang tafsir bahwa klub ikut mengintervensi keputusan skuad nasional. Dewa United, kata Osmar, hanya fokus mengembangkan kapasitas Struick di level klub.
Sudah Setahun Lebih Tak Berseragam Garuda
Struick telah mengoleksi 23 caps bersama Timnas Indonesia. Masa kejayaannya terjadi saat tim nasional masih ditangani Shin Tae-yong, ketika ia menjadi pilihan utama di lini depan.
Penampilan terakhirnya untuk skuad nasional tercatat pada 20 Maret 2025, saat Indonesia bertandang ke markas Australia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sejak John Herdman mengambil alih kursi pelatih kepala, namanya belum kembali muncul dalam daftar pemanggilan.
Agenda padat menanti Dewa United, termasuk kiprah di I League Cup 2026/2027. Konsistensi Struick di kompetisi domestik dan turnamen itu akan menentukan apakah tren positifnya berlanjut hingga membuka pintu kembali ke tim nasional.