MAMUJU — Sosialisasi aplikasi usulan P3-TGAI 2027 menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola program irigasi yang melibatkan petani sejak tahap perencanaan. Dinas PUPRD Sulbar menilai kesiapan perangkat daerah menentukan kualitas usulan yang masuk ke pemerintah pusat.
Keikutsertaan dalam kegiatan itu sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk mewujudkan infrastruktur yang andal, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Pembangunan jaringan irigasi dinilai berperan strategis mendukung ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di wilayah perdesaan.
Mengapa Aplikasi Usulan P3-TGAI Penting bagi Petani Sulbar
Materi sosialisasi memaparkan tahapan penyelenggaraan P3-TGAI, mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian pekerjaan. Peserta juga membahas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021.
Spesifikasi teknis P3-TGAI turut dibahas sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan secara swakelola. Dengan begitu, perangkat daerah memiliki acuan seragam saat mendampingi kelompok petani menyusun usulan.
Peran P3A, GP3A, dan IP3A dalam Pelaksanaan dan Pemeliharaan
Keterlibatan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), GP3A, dan IP3A menjadi aspek penting program ini. Peran mereka tidak berhenti pada proses pengusulan, tetapi berlanjut ke pelaksanaan dan pemeliharaan jaringan irigasi.
Pendekatan partisipatif itu diharapkan membuat infrastruktur yang dibangun memenuhi standar mutu dan dapat dipelihara secara berkelanjutan oleh masyarakat penerima manfaat. Jaringan irigasi yang terkelola baik berdampak langsung pada layanan irigasi bagi lahan pertanian warga.
Komitmen PUPRD Sulbar: Koordinasi Teknis dan Pendampingan Kelompok Tani
Kepala Dinas PUPRD Sulbar Surya Yuliawan Sarifuddin menegaskan pihaknya berkomitmen menindaklanjuti hasil sosialisasi. Bentuknya berupa koordinasi teknis, pendampingan kelompok petani pemakai air, serta penguatan kualitas usulan program P3-TGAI Tahun 2027.
"Langkah ini diharapkan mampu mendorong pembangunan irigasi yang tepat sasaran, transparan, partisipatif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan layanan irigasi serta kesejahteraan petani di Sulawesi Barat," kata Surya Yuliawan.
Verifikasi dan koordinasi usulan menjadi tahap berikutnya yang akan dikawal perangkat daerah. Kualitas usulan yang matang menentukan kelancaran program irigasi swakelola di Sulbar pada tahun anggaran mendatang.