MAMUJU — MF Taekwondo Sulbar menurunkan 13 atlet pada nomor kyorugi (tarung) dan poomsae (jurus) di kejuaraan tersebut. Mereka bertanding di kategori usia pra-cadet, cadet, dan junior. Dari jumlah itu, seluruh atlet membawa pulang medali.
Delapan Emas dari Kyorugi dan Poomsae
Satu medali emas datang dari nomor poomsae pra-cadet C putri melalui Adzkia Azzalva Jafar. Tujuh emas lainnya diraih di nomor kyorugi: Rosa Ramadani (under 42 kg junior putri), Aqila Azzahra (under 41 kg cadet putri), Nur Ainia Faida Isma (under 33 kg junior putri), Muhammad Fauzan Zafran Hakim (under 22 kg pra-cadet putra), Muhammad Abyan (under 49 kg cadet putra), Muhammad Arsya Paranadipa (under 20 kg pra-cadet putra), dan Ashabul Kahfi (under 26 kg pra-cadet putra).
Lima medali perak disumbangkan Ahmad Gibran Artanabil (under 33 kg cadet putra), Muhammad Hanin Al-Faruq (under 26 kg pra-cadet putra), Putra Aditiya (under 28 kg pra-cadet putra), Muh. Arsyandi (under 33 kg pra-cadet putra), dan Andi Rizkia Maulidya (under 42 kg pra-cadet putri).
Kejuaraan Dipakai sebagai Tryout Menuju 2027
Pelatih MF Taekwondo, SabeumNim Fajrin, menyebut keikutsertaan timnya tidak semata mengejar medali. Ajang di Makassar itu dijadikan uji tanding untuk mengukur kemampuan atlet sebelum kompetisi lebih besar tahun depan.
"Kami menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang tryout untuk mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan bergengsi pada 2027. Ada rencana untuk mengikuti kompetisi di luar negeri, sehingga persiapan harus dilakukan sejak sekarang," jelas Fajrin.
Ia bersyukur atas capaian anak didiknya. Menurut Fajrin, hasil tersebut merupakan buah dari latihan dan dukungan berbagai pihak, terutama orang tua atlet.
"Alhamdulillah, kami bisa kembali meraih delapan medali emas dan lima perak melalui nomor kyorugi dan poomsae. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi anak-anak untuk terus meningkatkan kemampuan," ujar Fajrin.
Pembinaan Usia Dini Jadi Fondasi Regenerasi Atlet
Fajrin menempatkan pembinaan usia dini sebagai bagian penting dalam membangun regenerasi taekwondo Sulawesi Barat. Prestasi di level pra-cadet dan cadet diharapkan menjadi fondasi lahirnya atlet berprestasi pada masa mendatang.
"Kami berharap atlet-atlet usia dini ini bisa terus bersaing di mana pun mereka bertanding. Yang terpenting adalah proses pembinaan dan regenerasi berjalan, sehingga ke depan semakin banyak atlet Sulbar yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional," katanya.
Dukungan keluarga disebut Fajrin sebagai salah satu faktor penentu semangat atlet, terutama mereka yang masih di tahap pembinaan usia dini. Ia berterima kasih kepada para orang tua yang terus mendukung anak-anaknya mengasah kemampuan melalui kejuaraan.
"Terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mendukung anak-anaknya untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan bakat melalui kejuaraan ini. Kami berharap dukungan tersebut tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut agar anak-anak bisa berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi. Kalau bukan kita yang mendukung mereka, siapa lagi?" pungkasnya.
Bagi MF Taekwondo Sulbar, 13 medali dari GOR Unhas menjadi modal untuk memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus menyiapkan diri menghadapi persaingan di kejuaraan berikutnya.