SULAWESI BARAT — Sebelum dikenal sebagai idol, Yeh menempuh pendidikan seni di Taipei dengan jurusan drama. Ia sempat yakin karier hiburan yang akan dijalaninya dimulai dari akting, baru kemudian melebar ke bidang lain. Rencana itu berubah ketika ia pindah ke Korea dan menjalani pelatihan sebagai idol di bawah Cube Entertainment.
Dari Panggung K-pop ke Layar Lebar
Yeh debut bersama grup I-dle pada 2018, saat itu masih memakai nama (G)I-dle. Grup ini cepat diterima di pasar domestik Korea dan terus mencetak lagu-lagu hits. Meski sempat rehat dari dunia akting, ia tidak merasa transisi ke film sebagai hal yang sulit.
Ia menilai konsep album K-pop yang berbasis cerita memberinya ruang untuk mengasah kemampuan akting lewat video musik. "It somehow feels like picking up something from my childhood," kata Yeh kepada The Hollywood Reporter. "It feels exciting rather than very challenging. I can finally demonstrate the things I have in my toolbox."
Sinopsis Happily Ever After
Dalam film ini, Yeh berperan sebagai Kitty, salah satu dari dua kakak-beradik yang menjadi pusat cerita keluarga. Kitty adalah si bungsu yang dianggap sebagai anak ideal, beradu peran dengan Xuan Chen yang memerankan Claire. Konflik memuncak ketika seekor kucing liar masuk ke kehidupan mereka dan membuka ketegangan lama yang terpendam.
Film ini mengangkat soal beban ekspektasi yang sering diletakkan keluarga pada generasi muda. Saat pertama membaca naskah, Yeh tidak yakin peran mana yang ditujukan untuknya. Ia justru tertarik pada Kitty karena kepribadiannya jauh berbeda dari dirinya sendiri.
Kedekatan dengan Tema Sisterhood
Yeh bertemu Roan dan seorang produser untuk membahas film ini, di mana sang sutradara berbagi cerita soal keluarganya dan para saudara perempuannya. Tema persaudaraan jadi inti film, dan Yeh yang merupakan anak tengah dari tiga bersaudara mudah mengaitkannya dengan hidupnya.
Proses syuting membuat Yeh melihat keluarganya dari sudut pandang baru. "I sometimes find that I'm not used to straightforwardly facing my own family issues," ujarnya. "Sometimes I just move forward through life. During this process, I saw the different perspectives of the different sisters, the younger one and the elder one, and also myself, my own perspective."
Ia mulai memandang kedua saudaranya sebagai individu dengan kepribadian masing-masing, bukan sekadar kakak dan adik. Yeh mengakui semasa sekolah ia lebih egosentris dan cenderung memberontak. Bekerja di Korea sejak usia belasan membuatnya tumbuh lebih cepat dibanding saudara-saudaranya.
Dukungan Personel I-dle
Yeh masih aktif sebagai idol I-dle. Grupnya merilis musik baru pada awal tahun ini dan menjalani salah satu panggung terbesar sepanjang karier mereka di Lollapalooza Chicago pada musim panas.
Rekan-rekannya di I-dle, Miyeon, Minnie, Soyeon, dan Yuqi, disebut selalu mendukung langkah Yeh ke dunia akting. "My members know that taking part in a film has been one of my deepest wishes, and they always wish me the best of luck," kata Yeh. Mereka kerap meminta klip film atau materi apa pun yang bisa dibagikan.
Yeh mengaku gugup membayangkan rekan-rekannya menonton hasil akhir film ini, terlebih saat wawancara berlangsung ia sendiri belum sempat melihatnya. Berdiri di atas panggung saat premiere filmnya memunculkan perasaan baru, meski tampil di depan kamera sudah jadi hal sehari-hari baginya.