MAMUJU — Penyerahan dilakukan di hadapan jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat. Para pamong muda yang baru lulus dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII itu akan bertugas di sejumlah pemerintah kabupaten dan Pemprov Sulbar.
Junda menegaskan bahwa prinsip pengabdian tidak boleh dibatasi oleh lokasi penempatan. Ia menyebut para lulusan IPDN masuk ke institusi pendidikan tersebut untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, bukan hanya kepada daerah asal mereka.
"Prinsip kita di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Yang ditempatkan di Mamasa atau Pasangkayu jangan kecewa. Dulu masuk IPDN untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, bukan hanya kepada daerah sendiri," ujar Junda.
Tiga Pilar yang Wajib Dipegang Alumni IPDN
Mengacu pada pengalamannya saat awal bertugas pada 1993, Junda menyoroti pentingnya adaptasi dan profesionalisme sebagai penentu keberhasilan pamong di lapangan. Ia menitipkan tiga pilar utama: ketepatan waktu, etika berpakaian, dan penyelesaian tugas.
Kedisiplinan menjadi garis merah yang ditekankan Sekda Sulbar. Ia tidak segan menyatakan bahwa alumni IPDN yang tidak disiplin tidak layak menyandang status tersebut.
"Kalau ada alumni IPDN tidak disiplin, itu bukan alumni, hanya numpang sekolah," tegasnya.
Loyalitas dan Standar Kerja di Atas Rata-rata
Junda menjelaskan bahwa loyalitas dibentuk selama empat tahun pendidikan dan ditunjukkan kepada pimpinan serta tugas. Menurutnya, bawahan yang loyal tetap wajib memberikan masukan jika ada risiko dalam perintah yang diterima.
Ia juga menekankan pentingnya bekerja melebihi standar biasa, dengan mengorbankan waktu dan upaya demi kepentingan organisasi yang lebih besar. Para lulusan diminta memberi warna positif di instansi masing-masing, bukan terbawa arus.
Di era manajemen talenta saat ini, promosi dan penilaian dilakukan murni berbasis kinerja serta efisiensi kerja, bukan faktor kedekatan.
Pesan untuk Pemerintah Kabupaten
Kepada jajaran pemerintah kabupaten, Sekda Sulbar berpesan agar membimbing para pamong muda sesuai latar belakang keilmuannya. Ia meminta daerah tidak segan menegur jika terjadi kekeliruan agar para ASN muda ini berkembang secara terarah.
Penempatan yang tersebar dari Mamasa hingga Pasangkayu menjadi ujian pertama bagi para pamong muda untuk membuktikan kemampuan adaptasi mereka di lingkungan kerja yang berbeda-beda.