Pencarian

Posyandu Jadi Garda Depan Cegah Stunting Anak, Ini Perannya

Sabtu, 12 September 2026 • 09:18:31 WIB
Posyandu Jadi Garda Depan Cegah Stunting Anak, Ini Perannya
Kader Posyandu menimbang berat badan balita saat layanan bulanan di Sulawesi Barat.

SULAWESI BARAT — Bagi ibu yang rutin membawa si kecil ke Posyandu, peran lembaga ini bukan sekadar menimbang berat badan. Ada fungsi strategis yang berdampak langsung pada pencegahan stunting.

Apa Itu Stunting dan Mengapa Harus Dicegah Sejak Dini

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampaknya bukan cuma soal tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya.

Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif lebih rendah dan daya tahan tubuh lemah. Karena itu, deteksi dini jadi kunci. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang intervensi berhasil.

Peran Posyandu dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Posyandu menjadi titik terdekat ibu dengan layanan kesehatan dasar. Setiap bulan, kader Posyandu menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, dan mencatat perkembangan anak di buku KIA.

Data ini dipakai untuk mendeteksi apakah anak tumbuh sesuai standar atau ada tanda-tanda gagal tumbuh. Jika ditemukan risiko, kader bisa segera merujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lanjutan.

Posyandu juga memberikan penyuluhan gizi, imunisasi, dan pemberian makanan tambahan. Semua layanan ini menyasar kelompok paling rentan, yaitu ibu hamil dan anak di bawah dua tahun.

Target Pemerintah dan Penguatan Posyandu

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 17,5 persen pada 2026. Untuk itu, Posyandu diperkuat dari sisi kader, alat ukur, hingga pelaporan data.

Penguatan ini penting karena deteksi dini stunting butuh data akurat dan berkelanjutan. Tanpa pencatatan yang rapi, anak berisiko terlewat dari intervensi yang seharusnya mereka terima.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Selain rutin ke Posyandu, ibu bisa memantau tumbuh kembang anak secara mandiri di rumah. Catat berat dan tinggi badan setiap bulan, lalu bandingkan dengan standar di buku KIA.

  • Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
  • Berikan MPASI bergizi seimbang mulai usia 6 bulan
  • Penuhi imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal
  • Jaga kebersihan dan sanitasi lingkungan

Kapan Harus ke Dokter

Segera konsultasi ke dokter atau puskesmas jika berat badan anak tidak naik selama dua bulan berturut-turut. Waspadai juga anak yang sering sakit, lemas, atau pertumbuhannya jauh di bawah anak seusia.

Jangan tunggu sampai muncul tanda jelas. Deteksi dini lewat Posyandu dan pemeriksaan rutin adalah langkah paling efektif mencegah stunting.

Membawa anak ke Posyandu setiap bulan bukan sekadar rutinitas. Ini investasi kecil yang berdampak besar pada masa depan si kecil.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks