Pencarian

Kapolda Sulbar Ajak 1.000 Personel Teladani Sifat Siddiq dan Amanah Rasulullah demi Perbaiki Pelayanan Publik

Kamis, 27 Agustus 2026 • 15:26:02 WIB
Kapolda Sulbar Ajak 1.000 Personel Teladani Sifat Siddiq dan Amanah Rasulullah demi Perbaiki Pelayanan Publik
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengajak 1.000 personel meneladani sifat siddiq dan amanah Rasulullah untuk meningkatkan pelayanan publik.

MAMUJU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Polda Sulawesi Barat tahun ini tidak sekadar seremoni keagamaan. Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta secara eksplisit mengaitkan peringatan kelahiran Rasulullah dengan tuntutan peningkatan kualitas kerja aparat kepolisian di Bumi Malaqbi.

Mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah Sallalahu Alaihi Wasallam, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan shalawat nabi yang menggema di Masjid Jabal Rahmah Mapolda Sulbar.

Empat Sifat Nabi Jadi Standar Baru Pelayanan Polri

Kapolda menegaskan bahwa meneladani akhlak mulia Rasulullah berarti menerjemahkan nilai-nilai kenabian ke dalam tugas kepolisian sehari-hari. Ia menyebut sifat siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (bijaksana) sebagai standar yang harus dipegang setiap personel.

"Jika kita meneladani siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah Rasulullah, secara otomatis pelayanan kita kepada masyarakat akan semakin baik. Kita menjadi lebih jujur, lebih dapat dipercaya, lebih menyampaikan kebenaran, dan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan," ujar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta di hadapan jamaah.

Menurutnya, itulah wujud nyata Polri Presisi yang berakhlak mulia, bekerja maksimal, dan berkah hasilnya.

Mengenal Nabi Lebih dari Sekadar Nama

Dalam sambutannya, Kapolda mengajak seluruh jamaah untuk sungguh-sungguh mengenal sosok Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar nama melainkan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa sejak muda, Nabi telah digelari Al-Amin atau yang Terpercaya sebelum akhirnya diangkat menjadi Rasul di usia 40 tahun.

"Kehidupan beliau sama dengan kita, namun perbedaannya beliau selalu dijaga langsung oleh Allah Subuhanahu Wataalah. Sejak muda, beliau sudah digelari Al-Amin atau yang Terpercaya, hingga di usia 40 tahun diangkat menjadi Nabi, memikul tanggung jawab besar menyampaikan risalah kebenaran," tuturnya.

Kapolda juga mengingatkan tentang kemuliaan Nabi, mukjizat yang dimiliki, serta wewenang syafaat yang menjadi harapan seluruh umat Islam di hari akhir.

Bershalawat dan Menjaga Ukhuwah di Bumi Malaqbi

Peringatan Maulid ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah antara aparat kepolisian dengan warga sekitar Mapolda. Kehadiran anak yatim dan tokoh agama dalam acara tersebut memperkuat pesan kebersamaan yang ingin dibangun jajaran Polda Sulbar.

"Beliau diberi kemampuan memberi pertolongan dan syafaat yang sangat kita nantikan. Maka, peringatan Maulid ini bukan sekadar perayaan. Mari kita kenal, cintai, dan jalankan sunnah-sunnahnya. Biasakan bershalawat kepada beliau, agar kelak kita termasuk umat yang mendapatkan syafaat beliau di hari akhir," pesan Kapolda.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan nasehat agama dan sirah Nabawiyah yang disampaikan oleh Ustadz Muh. Nurul Anwar, M.Ag, pengajar Pondok Pesantren Abdullah Ibnu Abbas, Topoyo.

Semangat Maulid Nabi ini diharapkan menjadi penggerak bagi seluruh jajaran Polda Sulbar untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan, dan bersama-sama mewujudkan Sulawesi Barat yang aman serta damai.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terassulbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks