Pencarian

Belum Terkenal tapi Memikat, Ini 7 Titik Wisata Alam di Sulawesi Barat

Senin, 10 Agustus 2026 • 22:34:01 WIB
Belum Terkenal tapi Memikat, Ini 7 Titik Wisata Alam di Sulawesi Barat
Tempat wisata tersembunyi di Sulawesi Barat. (Foto: NET)

SULAWESI BARAT - Belum jadi tujuan wisata utama seperti Bali atau sejumlah daerah di Indonesia timur, Sulawesi Barat justru menyimpan keuntungan tersendiri: suasana yang masih tenang dan lanskap yang belum dipadati fasilitas wisata berskala besar.

Karakter geografisnya beragam — pesisir sepanjang Selat Makassar berpadu dengan pedalaman berbukit dan bergunung seperti Kabupaten Mamasa, yang tampilannya jauh berbeda dari pesisir Mamuju dan Majene.

Pemprov Sulbar sendiri sudah menetapkan sejumlah kawasan sebagai destinasi unggulan: Tondok Bakaru, Pulau Karampuang, Pantai Dato, Pulau Gusung Toraja, Pantai Pulau Kambunong, dan Pantai Koa-Koa. Bermodal daftar itu, perjalanan ke Sulbar bisa menggabungkan alam, budaya, kuliner, dan kehidupan pedesaan sekaligus.

Deretan Destinasi yang Masih Sepi Pengunjung

1. Tondok Bakaru, Mamasa
Kawasan perbukitan di Kecamatan Mamasa ini berlatar Gunung Mambulilling dan Gandang Dewata, dikelilingi hutan pinus dan sawah, serta memiliki beragam bunga dan anggrek khas daerah setempat. Akses mudah dari pusat Kota Mamasa memakai kendaraan roda dua atau roda empat. Udaranya sejuk dan panorama perbukitannya pas untuk fotografi lanskap saat pagi hari, sekaligus bisa digabung dengan wisata budaya — rumah tradisional, kerajinan, dan kuliner khas Mamasa.

2. Pantai Dato, Majene
Pesisir dengan pasir putih, formasi batuan, dan tebing menghadap laut. Ombaknya relatif tenang sehingga cocok untuk bermain air, sementara terumbu karangnya mengundang aktivitas snorkeling. Naik ke atas formasi batu, pengunjung bisa menikmati bentang laut yang lebih luas — momen favorit untuk melihat matahari terbenam. Statusnya sebagai destinasi unggulan provinsi tak lantas membuatnya seramai pantai-pantai besar lain di Indonesia.

3. Pantai Baluno, Majene
Pilihan lain di kawasan pesisir yang tak terlalu padat, dengan pasir putih, air jernih, dan suasana alami. Fasilitas dasarnya lengkap — ada warung dan toilet — sehingga nyaman untuk kunjungan santai, apalagi saat menyaksikan matahari terbenam. Aktivitasnya ringan: berjalan di tepi pantai, memotret pemandangan, dan bermain air di area yang aman.

4. Batu Parigi
Berbeda dari destinasi pantai, tempat ini menonjolkan formasi batuan alami yang unik, jadi favorit fotografi sekaligus punya kisah budaya turun-temurun di masyarakat sekitar. Keberadaannya menegaskan bahwa wisata alam Sulbar tak selalu identik dengan pantai atau air terjun — batu, bukit, hutan, dan cerita lokal juga layak masuk itinerary.

5. Mangrove Park Sulawesi Barat
Cocok untuk pencinta ekowisata. Ekosistem mangrove berperan menjaga garis pantai, menekan risiko abrasi, sekaligus jadi rumah bagi berbagai burung dan biota pesisir. Tersedia jalur pejalan kaki untuk menyusuri kawasan bakau sambil mengamati burung, memotret vegetasi, dan memahami bagaimana ekosistem ini menopang keseimbangan lingkungan pesisir.

6. Taraujung Pamboang
Desa di Kabupaten Majene ini memadukan lanskap pantai dengan kawasan hijau, bersuasana alami dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Pas untuk perjalanan berirama santai — menikmati pantai, mengamati lingkungan, dan menjelajah area hijau sekitarnya. Kesederhanaan justru jadi daya tariknya: udara segar, jalan-jalan santai, dan menyaksikan keseharian warga.

7. Persawahan dan Lanskap Pedesaan
Hamparan sawah dan perbukitan menghadirkan panorama yang jauh berbeda dari pesisir. Sejumlah kawasan persawahan membuka kesempatan menyaksikan langsung aktivitas pertanian tradisional. Pagi dan sore adalah waktu terbaik untuk memotret — kabut tipis, cahaya matahari, pepohonan, dan petani yang beraktivitas membentuk suasana pedesaan yang khas, sekaligus berpotensi dikembangkan jadi wisata edukasi soal produksi pangan.

Mengapa Layak Mengejar Destinasi yang Belum Populer

Nilai lebih destinasi tersembunyi bukan sekadar minimnya pengunjung, melainkan kesempatan menikmati suatu tempat dengan ritme lebih pelan — suara alam seperti ombak, kicau burung, dan aliran air masih terdengar jelas tanpa keramaian.

Sebaran wisata ke berbagai wilayah juga memperluas dampak ekonominya: belanja wisatawan tidak melulu tersedot ke pusat kota, tapi ikut menghidupi warung, penginapan lokal, jasa transportasi, pemandu, hingga pengrajin dan pelaku ekonomi kreatif.

Kekayaan budaya Mandar dan Mamasa — termasuk rumah adat Boyang di Mamuju yang sarat nilai arsitektur dan filosofi — menjadi modal besar untuk pariwisata berbasis masyarakat. Karena itu, kunjungan sebaiknya tidak berhenti di sesi foto: berinteraksi sopan dengan warga lokal, membeli produk setempat, dan mematuhi aturan kawasan ikut menopang keberlanjutan wisata.

Persiapan Sebelum Menjelajah

Menuju kawasan yang relatif tersembunyi membutuhkan persiapan matang: cek dulu kondisi jalan dan cuaca, karena medan di pedalaman berbeda jauh dari wilayah perkotaan.

Siapkan perlengkapan dasar seperti air minum, camilan, obat pribadi, pelindung dari hujan dan terik matahari, serta alas kaki yang sesuai medan. Untuk perjalanan ke hutan atau perbukitan, lebih aman bepergian berombongan bersama pendamping lokal, sementara kondisi laut wajib diperhatikan sebelum berenang atau snorkeling karena gelombang dan arus bisa berubah sewaktu-waktu.

Prinsip wisata bertanggung jawab tetap wajib dipegang: bawa pulang sampah sendiri, jangan merusak tanaman, jangan asal memberi makan satwa liar, dan jangan mengambil batu atau benda alam sebagai suvenir.

Sebaran destinasi unggulan dari Mamasa hingga pesisir Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu membuka banyak opsi tema perjalanan — pegunungan Mamasa untuk pencinta hiking, pantai Majene dan Mamuju bagi penggemar laut, atau ekowisata mangrove bagi yang tertarik ekosistem pesisir. Kekuatan Sulawesi Barat memang bukan pada satu ikon wisata, melainkan pada keragaman lanskap dan kehidupan masyarakatnya dari pesisir hingga pegunungan.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks