MAMUJU — Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, kali ini hadir dengan nuansa berbeda. Peserta fun run tidak hanya berlari, tetapi juga mengenalkan kembali warisan budaya bahari yang nyaris terlupakan.
Berdasarkan unggahan foto di akun Facebook warga Desa Tapandullu, para peserta tampil kompak mengenakan kebaya putih dengan penutup kepala berbahan sarung. Mereka membawa berbagai peralatan menangkap ikan tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami yang diperoleh dari hutan, serta keranjang anyaman rotan.
Menghidupkan Kembali Alat Tangkap Tradisional
Kehadiran atribut nelayan tradisional dalam kegiatan olahraga ini dinilai menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Alat-alat yang ditampilkan merupakan peralatan yang dahulu digunakan para nelayan untuk mencari nafkah di wilayah sungai dan pesisir Mamuju.
Penampilan tersebut sekaligus mengingatkan generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan kearifan lokal di tengah gempuran perkembangan zaman. Bagi warga setempat, melihat kembali alat tangkap tradisional ini membawa nostalgia tersendiri akan masa lalu masyarakat pesisir.
Mengusung Tema Kemerdekaan dan HUT Desa
Kegiatan ini mengusung tema "FAN_RUN_TAPANDULLU HUTRI81_HUTDes 18" dengan slogan "No Pace, No Target. Just Merdeka Vibes". Slogan tersebut mengajak masyarakat menikmati olahraga tanpa beban, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Perayaan ini dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Desa Tapandullu yang ke-18. Suasana kegembiraan dan semangat persatuan mewarnai jalannya acara yang memadukan olahraga, budaya, dan perayaan kemerdekaan dalam satu momen.
Melalui kegiatan ini, warga Desa Tapandullu tidak hanya menyemarakkan bulan kemerdekaan, tetapi juga menunjukkan bahwa identitas budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan semangat modernitas. Perpaduan antara kebaya putih, sarung, dan alat tangkap tradisional menjadi simbol kuat bahwa tradisi tetap hidup di tengah perayaan nasional.