SULAWESI BARAT — Setelah diuji di Jakarta, Medan, dan Semarang, BYD M6 DM menjalani rute kelima yang menantang: Surabaya ke dataran tinggi Tretes dan Prigen, lalu kembali ke perkotaan. Total jarak tempuh sekitar 150 kilometer, memadukan jalan perkotaan, tol, dan jalur pegunungan dengan tanjakan khas kawasan wisata Jawa Timur. Sebanyak 11 unit diuji, dan hasilnya mencatatkan konsumsi bahan bakar lebih dari 82 kilometer per liter.
Angka itu memang impresif. Tapi perlu dibedah lebih dalam. Rata-rata bahan bakar yang terpakai hanya 1,20 liter, dengan rentang sangat lebar: 0,18 hingga 2,54 liter. Sementara itu, rata-rata konsumsi baterai mencapai 14,6 kWh — tertinggi di antara empat kota sebelumnya.
Angka 82 Km/Liter: Hasil Mode Hybrid atau Listrik Murni?
Ini pertanyaan krusial. Pengujian ini mensimulasikan perjalanan dari Surabaya ke Prigen dan kembali. Artinya, mobil memulai perjalanan dengan baterai penuh, lalu menggunakan kombinasi tenaga baterai dan bensin sepanjang rute. Angka 82 km/liter bukan konsumsi BBM murni, melainkan hasil kalkulasi saat baterai masih berkontribusi besar — terutama di awal perjalanan dan saat turunan yang memungkinkan regenerasi energi.
Fakta bahwa rata-rata baterai terpakai mencapai 14,6 kWh dan menjadi yang tertinggi dari seluruh kota uji menegaskan: rute ini sangat menguntungkan untuk mode listrik. Turunan panjang dari Prigen ke Surabaya memungkinkan regenerasi optimal, mengurangi beban mesin bensin secara signifikan.
Konsumsi Bensin Realistis: Rentang 0,18-2,54 Liter
Data paling jujur justru ada di rentang pemakaian bensin. Ada unit yang hanya menghabiskan 0,18 liter — artinya, hampir seluruh perjalanan menggunakan listrik. Ada pula yang memakai 2,54 liter. Perbedaan ini menunjukkan efisiensi sangat bergantung pada kondisi baterai awal, gaya berkendara, dan seberapa sering mesin bensin menyala untuk membantu tanjakan.
Untuk pembaca yang mempertimbangkan BYD M6 DM sebagai daily driver, ini catatan penting: jika Anda bisa mengisi daya setiap malam, konsumsi BBM bisa sangat rendah — bahkan mendekati nol untuk rute pendek. Tapi jika baterai habis di tengah jalan, konsumsi bensin akan naik drastis. Jangan samakan angka 82 km/liter dengan efisiensi mesin diesel murni yang konsisten di semua kondisi.
Kelebihan dan Kekurangan BYD M6 DM dari Pengujian Ini
- Kelebihan: Efisiensi ekstrem di rute kombinasi dengan baterai penuh; regenerasi energi di turunan bekerja efektif; tenaga listrik instan membantu akselerasi di tanjakan.
- Kekurangan: Konsumsi BBM sangat bergantung pada kondisi baterai; angka efisiensi tidak bisa direproduksi tanpa pengisian daya rutin; bobot baterai membuat mobil terasa lebih berat saat menikung tajam.
Verdict: Efisien, Tapi Bukan Mobil Bensin Biasa
BYD M6 DM adalah mobil hybrid plug-in yang dirancang untuk efisiensi maksimal jika pengguna rajin mengisi daya. Angka 82 km/liter adalah skenario terbaik — bukan standar harian. Untuk konsumen yang tinggal di perkotaan dengan akses charger, mobil ini bisa menekan biaya BBM secara signifikan. Namun, jika Anda hanya mengandalkan mesin bensin tanpa mengisi baterai, ekspektasi efisiensi harus diturunkan. Cocok untuk Anda yang punya pola perjalanan tetap dan bisa mengisi daya di rumah; kurang ideal untuk pengguna yang sering bepergian jauh tanpa akses listrik.