SULAWESI BARAT — Badan Administrasi Ruang Siber China (CAC) memasukkan Apple Intelligence ke dalam daftar penyedia layanan AI generatif yang baru disetujui, seperti dilaporkan Reuters. Dalam daftar yang sama, turut tercatat sistem buatan pabrikan ponsel lokal China.
Model AI dari Dua Raksasa Teknologi China
Sumber anonim menyebutkan fitur AI Apple di China akan mengandalkan model dari Alibaba dan Baidu. Sejak Februari 2025, Alibaba dilaporkan membangun sistem utama sementara Baidu berkontribusi dalam skala lebih kecil.
Alibaba mengkonfirmasi perannya langsung ke Reuters. Model Qwen buatan mereka akan menggerakkan fungsi Apple Intelligence di iOS, iPadOS, macOS, dan visionOS untuk pengguna China—mencakup pembuatan teks dan gambar.
Kapan Apple Intelligence Hadir di iPhone China?
Apple belum mengumumkan tanggal peluncuran. Namun, berdasarkan pola sebelumnya, persetujuan regulator biasanya mendahului perilisan hanya dalam hitungan bulan. Ini membuat debut Apple Intelligence di China kemungkinan besar bertepatan dengan siklus rilis perangkat lunak musim gugur Apple.
Menariknya, Apple sempat mengaktifkan fitur ini lebih awal untuk sebagian pengguna China pada Maret 2025—beberapa bulan sebelum lampu hijau resmi. Sejak akhir tahun lalu, formulir umpan balik berbahasa Mandarin juga sudah muncul di situs Apple.
Dampak ke Pasar iPhone China
Apple mencatat pertumbuhan pengiriman iPhone di China sebesar 24,4 persen year-on-year pada kuartal kedua 2025. Angka ini menjadikan Apple merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di pasar yang justru menyusut secara keseluruhan.
Kehadiran Apple Intelligence yang berfungsi penuh bisa mempertahankan momentum tersebut. Meski begitu, Apple masih tertinggal dari kompetitor lokal yang sudah lebih dulu membenamkan fitur AI ke ponsel mereka.
Bagi pengguna iPhone di China, persetujuan ini berarti fitur seperti ringkasan notifikasi, balasan pesan otomatis, dan pengeditan foto berbasis AI akan segera bisa dinikmati dalam bahasa Mandarin—tanpa harus bergantung pada server di luar negeri.