MAMUJU — Tiga bidang di lingkungan DKPPKB Sulbar mengikuti kegiatan bertajuk “Pembinaan Statistik Sektoral: Identifikasi Kegiatan Statistik Sektoral” yang digelar BPS Provinsi Sulawesi Barat. Perwakilan dari Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprimkom), Sekretariat, serta Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alkes, dan SDMK hadir dalam sesi yang berlangsung secara hybrid di Ruang Rapat BPS Provinsi Sulawesi Barat.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulbar diwajibkan mengikuti kegiatan ini. Tujuannya, meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral dan pengelolaan data pemerintahan yang lebih terstandar.
Dari Data Administrasi ke Informasi Statistik Berkualitas
Dalam sesi pembekalan, narasumber dari BPS Provinsi Sulawesi Barat menjelaskan bahwa penyelenggaraan statistik tidak sekadar pencatatan data administrasi. Prosesnya mencakup identifikasi kebutuhan, pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian, diseminasi, hingga evaluasi untuk menghasilkan informasi statistik yang berkualitas.
Peserta juga diperkenalkan dengan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM), standar internasional dalam penyelenggaraan statistik. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi seluruh OPD di Sulbar untuk membangun sistem statistik sektoral yang lebih terstandar.
Prioritas Satu Kegiatan Statistik per OPD
Setelah menerima materi, peserta mendapat pendampingan dalam mengisi Lembar Kerja (LK) Identifikasi Kegiatan Statistik. Lembar kerja ini nantinya digunakan untuk memetakan seluruh kegiatan statistik sektoral di lingkungan Pemprov Sulbar.
Setiap OPD diminta menetapkan satu kegiatan statistik prioritas sebagai studi kasus dalam proses pembinaan berkelanjutan. Langkah ini memastikan setiap instansi memiliki fokus yang jelas dalam membenahi tata kelola datanya.
Kepala DKPPKB: Data Berkualitas Kunci Kebijakan Tepat Sasaran
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan bahwa penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan statistik sektoral merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berbasis data.
“Data yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam menyusun kebijakan dan program kesehatan serta pengendalian penduduk yang tepat sasaran. Melalui pembinaan statistik sektoral ini, kami berharap seluruh unit kerja di DKPPKB semakin mampu menghasilkan data yang valid, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan, monitoring, serta evaluasi pembangunan,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, penguatan statistik sektoral juga sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, inovatif, dan berbasis digital.
Melalui kegiatan COSMIC, DKPPKB Sulbar menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan BPS dan seluruh perangkat daerah. Targetnya, menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Sulawesi Barat.