SULAWESI BARAT — Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyebut perpanjangan kontrak ini sebagai langkah strategis yang sudah melalui pertimbangan matang. Menurutnya, Hannan bukan hanya menunjukkan kualitas teknis di lapangan, tetapi juga memiliki karakter yang cocok dengan kebutuhan tim.
Produk Akademi yang Kini Jadi Pilar
Hannan merupakan produk asli Elite Pro Academy Persija. Sejak promosi ke tim senior, ia perlahan menjadi bagian penting skuad Macan Kemayoran. Total, ia sudah mencatatkan 68 penampilan di semua kompetisi, dengan sumbangan delapan gol dan empat assist.
Musim lalu menjadi musim terbaiknya. Dalam 17 pertandingan Liga 1 musim 2025/2026, Hannan berhasil mencetak tiga gol dan satu assist. Kontribusi ini yang meyakinkan manajemen untuk tidak melepasnya.
Alasan Prapanca Tak Ragu Perpanjang Kontrak
“Kami optimis ia akan terus berkembang dan mampu memberikan efek positif terhadap perjalanan tim di masa yang akan datang,” ujar Prapanca dalam pernyataan resmi klub. Ia juga menambahkan bahwa tim membutuhkan pemain dengan karakter seperti Hannan.
Prapanca tidak merinci nilai kontrak anyar ini. Namun, komitmen jangka panjang menunjukkan bahwa Hannan masuk dalam rencana inti Persija untuk beberapa musim ke depan.
“Jakarta Akan Selalu Jadi Rumah Saya”
Rayhan Hannan menyambut baik kepercayaan yang diberikan klub. Ia bertekad membalasnya dengan performa terbaik di setiap pertandingan.
“Persija dan Jakarta akan selalu menjadi rumah saya. Saya sangat senang dan bangga selalu menjadi bagian dari tim ini. Bismillah banyak hal-hal baik dan besar akan datang kepada kami dan saya akan memberikan yang terbaik,” ucap Hannan.
Pernyataan ini sekaligus memupus spekulasi soal kemungkinan hengkang. Sebelumnya, namanya sempat dikaitkan dengan beberapa klub lain berkat penampilannya yang impresif.
Modal Berharga Menatap Musim Depan
Dengan kontrak baru ini, Persija tak perlu khawatir kehilangan salah satu gelandang muda potensialnya. Hannan diharapkan bisa menjadi jembatan antara pemain senior dan generasi berikutnya dari akademi.
Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi pengembangan pemain muda di Indonesia. Klub-klub Liga 1 mulai sadar pentingnya mempertahankan binaan sendiri dengan kontrak jangka panjang.