SULAWESI BARAT — Filosofi sepak bola modern yang menuntut kerja kolektif dan intensitas tinggi menjadi dasar seleksi pemain Shin Tae-yong. Pelatih yang sebelumnya menukangi Timnas Indonesia itu tidak akan memberi tempat bagi pemain yang merasa dirinya spesial atau enggan bekerja keras di lapangan.
"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih," ujar Shin Tae-yong dikutip dari laman I.League.
Bentuk Nyata Rela Berkorban Versi Shin Tae-yong
Shin Tae-yong kemudian membeberkan maksud dari kriterianya tersebut. Menurutnya, sikap rela berkorban bukan sekadar omongan, melainkan aksi nyata di atas lapangan hijau.
Ia mencontohkan, seorang striker yang kehilangan bola harus rela turun hingga ke area penalti sendiri. Tugasnya bukan hanya mencetak gol, tetapi juga merebut bola kembali dan membantu pertahanan tim.
"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," jelas eks pelatih Timnas Indonesia itu.
Momen Kecil Berdampak Besar bagi Kekompakan Tim
Shin Tae-yong menyadari bahwa intensitas dan kerja keras seperti itu tidak mungkin terjadi di setiap momen pertandingan. Namun, ia menilai kehadiran momen-momen kecil tersebut sangat krusial.
Menurutnya, aksi heroik yang muncul satu atau dua kali dalam laga bisa menjadi perekat bagi seluruh pemain. Hal ini akan menciptakan identitas permainan yang solid dan membuat tim berlari keras bersama-sama.
"Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama," tutup Shin Tae-yong.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bagi para pemain Persija Jakarta yang akan berlaga di Super League 2026/2027. Hanya mereka yang siap bekerja keras dan mengutamakan tim yang akan mendapat tempat di skuad asuhannya.