Pencarian

Perusahaan Sawit di Mamuju Kucurkan CSR Perbaiki Jalan Rusak Kuo-Pangale, Sopir Truk Bernapas Lega

Rabu, 10 Juni 2026 • 17:29:01 WIB
Perusahaan Sawit di Mamuju Kucurkan CSR Perbaiki Jalan Rusak Kuo-Pangale, Sopir Truk Bernapas Lega
PT Manakarra Unggul Lestari lakukan perbaikan jalan Kuo-Pangale melalui program CSR.

MAMUJU — Kerusakan jalan poros Kuo-Pangale di Kabupaten Mamuju akhirnya mendapat perhatian dari korporasi. PT Manakarra Unggul Lestari (PT MUL) menggelontorkan dana CSR untuk meratakan dan memadatkan permukaan jalan yang selama ini menjadi keluhan utama sopir truk dan masyarakat setempat.

Bukan Sekadar Tambal Sulam

Di bawah komando General Manager H. Muh. Dahlan Parahat, perusahaan perkebunan sawit itu mengerahkan alat-alat berat ke titik-titik paling krusial. Operasi di lapangan tidak hanya menambal lubang, tetapi juga mencakup pelebaran badan jalan dan perataan tebing mini di sejumlah ruas.

Targetnya jelas: mengembalikan fungsi jalan agar kembali rata dan aman dari risiko kecelakaan. Bagi para sopir truk yang setiap hari mempertaruhkan kendaraan mereka di jalur rusak, langkah ini seperti oase di tengah lambatnya respons pemerintah daerah.

CSR yang Menyentuh Urat Nadi Ekonomi

Manajemen PT MUL menegaskan bahwa program perbaikan jalan ini bukan sekadar seremonial. “Penyaluran CSR tidak boleh hanya bersifat seremonial atau bagi-bagi sembako di depan kamera, melainkan harus menyentuh urusan perut dan keselamatan masyarakat langsung,” ujar perwakilan perusahaan dalam keterangan yang diterima di Mamuju.

Bagi korporasi, langkah ini adalah investasi strategis. Jalan yang kokoh menjadi kunci mutlak menjaga ritme operasional dan pasokan bahan baku pabrik tetap aman. Di sisi lain, masyarakat lingkar sawit mengaku napas ekonomi mereka kembali longgar setelah jalanan mulai mulus.

Peran "Pemerintah Bayangan" di Lingkar Tambang Hijau

PT Manakarra Unggul Lestari dikenal getol memainkan peran sebagai penyedia infrastruktur lokal lewat program sosialnya. Selain demi kelancaran bisnis, strategi ini merupakan cara klasik korporasi merawat hubungan harmonis dengan warga di wilayah itu.

Warga berharap perbaikan ini tidak berhenti di titik-titik tertentu saja. Mereka mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk menuntaskan ruas-ruas lain yang masih rusak, agar beban CSR perusahaan tidak terus-menerus menjadi andalan utama. (*)

Bagikan
Sumber: bukapesan.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks