Pencarian

Bom Ikan di Perairan Konservasi Balabalakang Mamuju Masih Terjadi Saat Tim Peneliti Sedang Menyelam, Terumbu Karang Rusak Parah

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:44:50 WIB
Bom Ikan di Perairan Konservasi Balabalakang Mamuju Masih Terjadi Saat Tim Peneliti Sedang Menyelam, Terumbu Karang Rusak Parah
Terumbu karang di Perairan Konservasi Balabalakang Mamuju rusak parah akibat bom ikan.

MAMUJU — Hamparan terumbu karang di perairan Pulau Samataha, Kepulauan Balabalakang, ditemukan dalam kondisi patah dan mati saat tim penyelam Mamuju Ocean Conservation menyelam pada Juli 2024. Temuan ini mengonfirmasi bahwa praktik pengeboman ikan yang telah berlangsung bertahun-tahun terus berlanjut di kawasan yang seharusnya dilindungi negara.

Awal Mula: Bom Berturut-turut Saat Peneliti Sedang Bekerja

Hasil survei lapangan tim peneliti Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin di Pulau Salissingan, Kepulauan Balabalakang, pada Mei 2022 merekam situasi paling gamblang. "Saat dilakukan penyelaman untuk replantasi terumbu karang, terjadi pengeboman berturut-turut," tulis mereka dalam laporan penelitian.

Bukan satu kali, melainkan berturut-turut. Tim peneliti yang sedang mendata ekosistem karang dan lamun di bawah permukaan air yang sama harus bekerja di tengah dentuman bom ikan.

Tiga Kelompok Pelaku, Tiga Metode Berbeda

Penelitian FIKP Unhas mengidentifikasi anatomi kejahatan ini secara rinci. Nelayan dari Kalimantan (Balikpapan) dan Sulawesi Selatan (Pangkep/Makassar) menjadi pelaku utama pengeboman ikan. Sementara itu, nelayan lokal Pulau Balabalakang menggunakan potasium sianida untuk menangkap ikan kerapu. Trawl ilegal dioperasikan oleh nelayan dari Jawa Timur (Madura) yang beroperasi hampir 24 jam, menangkapi segala jenis ikan termasuk benih.

Tiga kelompok pelaku, tiga metode berbeda, satu ekosistem yang sama-sama mereka hancurkan.

Yang Dilindungi di Atas Kertas, Terluka di Dalam Laut

Kepulauan Balabalakang baru saja ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 47 Tahun 2022. Di atas kertas, ia dilindungi. Di dalam laut, ia terluka. Ironi ini semakin lengkap karena sebagian nelayan lokal dari Dusun Ilir Salissingan diketahui ikut membantu operasi penangkapan destruktif tersebut.

Apa Ancaman Berikutnya?

Kini ancaman baru datang dari darat. Di bawah bukit-bukit yang mengelilingi garis pantai Mamuju, tersimpan cadangan Logam Tanah Jarang (LTJ) yang oleh pemerintah pusat disebut sebagai "harta karun nasional" dengan nilai hilirisasi ditargetkan mencapai Rp 124,61 triliun pada 2030. BUMN bentukan Danantara sudah duduk di meja rapat membahas penambangan di sana. Nyaris tidak ada yang menyebut risikonya bagi laut.

Sulawesi Barat memiliki wilayah laut (19.848,56 km²) yang lebih luas dari daratannya (16.916,02 km²). Garis pantainya membentang 663,02 km dengan 69 pulau, 41 di antaranya pulau-pulau kecil. Perairan ini berada di jalur ALKI II, salah satu jalur arus lintas Indonesia terpenting di dunia. Kekayaan ekosistemnya—terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, habitat penyu, dan populasi kima—kini dihimpit dari dua sisi: dari laut oleh ancaman ekologis yang sudah berlangsung lama, dan dari darat oleh ambisi pertambangan yang baru saja akan bergerak serius.

Bagikan
Sumber: pelakita.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks