MAMUJU — Tiga lembaga di Sulawesi Barat resmi menjalin kerja sama untuk menanamkan kesadaran demokrasi sejak bangku sekolah. Gubernur Sulbar Suhardi Duka menandatangani nota kesepahaman bersama Ketua KPU Sulbar Said Usman Umar dan Kepala Kanwil Kemenag Sulbar Adnan Nota di ruang kerja gubernur, Rabu (20/5).
Fokus utama dari kerja sama ini adalah pendidikan pemilih bagi pelajar tingkat SMA dan Madrasah Aliyah (MA). Kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi pintu masuk bagi KPU untuk melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah.
Dua Jalur Pendidikan Pemilih: Sekolah Umum dan Madrasah
Ketua KPU Sulbar Said Usman Umar menjelaskan, program ini akan dijalankan melalui dua jalur koordinasi berbeda. Untuk sekolah umum, pelaksanaannya akan digandengkan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar. Sementara untuk Madrasah Aliyah, Kanwil Kemenag Sulbar yang akan menjadi mitra utama.
“Nah yang punya gawean tingkat SMA untuk sekolah umum kan Pemprov lewat Dinas Pendidikan. Kalau di Madrasah Aliyah itu Kemenag,” ujar Said dalam keterangannya. Ia menambahkan, penandatanganan MoU merupakan prosedur administrasi yang wajib ditempuh agar tim KPU bisa masuk ke lingkungan sekolah.
Membangun Kesadaran Pemilih Sejak Dini
Menurut Said, pendidikan pemilih bagi siswa SMA dan MA dinilai strategis untuk membangun kesadaran demokrasi sejak usia muda. Ia menyebut program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya jangka panjang untuk mencetak pemilih yang cerdas dan kritis.
“Jadi kita menggagas beberapa kegiatan untuk bisa melakukan pendidikan pemilih bagi anak didik, anak sekolah, utamanya tingkat SMA,” kata Said. Setelah MoU diteken, KPU bersama Pemprov dan Kemenag akan menyusun agenda sosialisasi ke level sekolah.
“Jadi nanti setelah adanya MoU, setelah adanya perjanjian kerja sama ini, kita akan membuat kegiatan-kegiatan ke level sekolah sebagai bentuk membangun kesadaran pemilih bagi anak didik kita,” ujarnya.
Apa yang Akan Dilakukan Setelah MoU?
Asisten I Pemprov Sulbar Amir A Dado menekankan, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu. “Kita tentu diharapkan kerja sama kolaborasi antara pemerintah dengan KPU artinya dengan baik,” katanya.
Langkah selanjutnya, KPU Sulbar akan mulai menyusun materi dan jadwal sosialisasi yang disesuaikan dengan kalender akademik sekolah. Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada pemilu mendatang.