MAJENE — Pengukuhan yang digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulbar ini bukanlah seremoni belaka. Harsinah Suhardi, yang juga istri Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menegaskan bahwa figur Ibunda Guru adalah jawaban atas krisis keteladanan di dunia pendidikan.
“Keberadaan Ibunda Guru mencerminkan pencerahan yang lahir dari kasih sayang, bukan sekadar otoritas intelektual,” ujar Harsinah dalam sambutannya, Jumat.
Pendidikan Tak Cukup Hanya Nilai Akademik
Menurut Harsinah, sistem pendidikan selama ini terlalu berfokus pada kecakapan pedagogis dan angka-angka rapor. Padahal, kata dia, Sulawesi Barat membutuhkan guru yang matang secara emosional, spiritual, dan sosial.
“Sulawesi Barat membutuhkan guru-guru yang tidak hanya cakap secara pedagogis, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial,” tegasnya.
Ia menilai sentuhan kemanusiaan, kesabaran, dan integritas adalah fondasi utama yang selama ini mulai tergerus oleh budaya instant dan tekanan administratif.
Apa Tugas Spesifik Ibunda Guru?
Para Ibunda Guru yang baru dikukuhkan tidak akan duduk diam. Harsinah meminta mereka menjadi motor penggerak dukungan moral dan motivasi bagi para pendidik di masing-masing kabupaten.
Mereka diharapkan mampu menjadi figur inspiratif yang memperkuat dedikasi dan profesionalisme tenaga pendidik, sekaligus menjadi jembatan antara guru, orang tua, dan pemerintah daerah.
Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Pendidikan
Acara ini turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, serta pengurus PGRI tingkat provinsi dan kabupaten. Harsinah mendorong seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi demi menciptakan ekosistem yang berpihak kepada guru.
Menurutnya, kesejahteraan dan peningkatan kompetensi guru harus berjalan beriringan. Pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat perlu memberi ruang lebih besar bagi pengembangan kapasitas guru.
“Semoga pengabdian kita menjadi ibadah, ilmu yang kita sebarkan menjadi amal jariyah, dan generasi yang kita didik menjadi penyejuk bagi nusa dan bangsa,” tutup Harsinah.