Pencarian

Potensi Logam Tanah Jarang di Mamuju Dipetakan di 5 Blok Seluas 27 Ribu Hektar, Pemerintah Siapkan Proyek Hilirisasi

Jumat, 15 Mei 2026 • 16:21:40 WIB
Potensi Logam Tanah Jarang di Mamuju Dipetakan di 5 Blok Seluas 27 Ribu Hektar, Pemerintah Siapkan Proyek Hilirisasi
Pemetaan potensi logam tanah jarang di Mamuju mencakup lima blok utama seluas 27 ribu hektar.

MAMUJU — Proyek ini menyasar pengolahan bijih mineral menjadi mixed rare earth oxide, bahan baku bernilai tinggi untuk industri kendaraan listrik, baterai, elektronik, hingga sektor pertahanan. Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, menyatakan proses pengurusan izin usaha pertambangan (IUP) berjalan beriringan dengan persiapan teknologi pengolahan.

"Mungkin ini yang dalam waktu dekat akan segera kita lakukan yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth yang ada di Mamuju," kata Brian dalam keterangan yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (15/5/2026).

Teknologi Dalam Negeri Jadi Andalan

Brian menegaskan, pengembangan teknologi ekstraksi LTJ akan memanfaatkan hasil riset dari perguruan tinggi di dalam negeri. Langkah ini diambil untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional tanpa bergantung sepenuhnya pada asing.

"Kita coba teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan di kampus untuk mengekstraksi atau merubah dari mineral ore yang mengandung logam tanah jarang menjadi mixed rare earth oxide," ujarnya.

PT Perminas juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta. Tujuannya, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri logam tanah jarang yang selama ini didominasi oleh China.

Lima Blok Utama dan Dua Blok Tambahan

Pemetaan potensi LTJ di Mamuju dilakukan Badan Geologi Kementerian ESDM sejak 2018. Hasil kajian itu mengidentifikasi Formasi Batuan Gunung Api Adang sebagai area dengan indikasi kandungan LTJ tinggi.

Kelima blok utama yang diusulkan sebagai wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) meliputi:

  • Blok Bebanga-Ampalas: 8.712 hektare
  • Blok Tapalang-Botteng-Pangasaan-Ahu: 7.813 hektare
  • Blok Hulu Mamuju: 4.087 hektare
  • Blok Tapalang-Rantedoda-Taan: 4.010 hektare
  • Blok Mamuju: 2.670 hektare

Selain itu, dua blok tambahan yakni Blok Takandeang dan Blok Botteng juga disiapkan.

Kandungan LTJ: Sampel Tanah Capai 6.012 ppm

Hasil pengujian sampel menunjukkan kadar LTJ yang signifikan. Di Blok Takandeang, kandungan dalam sampel tanah tercatat mencapai 6.012,32 ppm, sementara sampel batuan 3.346,52 ppm. Di Blok Botteng, angka tertinggi untuk sampel tanah mencapai 4.803,99 ppm dan sampel batuan 2.163,43 ppm.

Badan Geologi menyebut penyelidikan ini bertujuan memetakan sebaran LTJ sekaligus menjadi dasar rekomendasi WIUP. Mamuju kini masuk sebagai salah satu kawasan greenfield LTJ nasional, bersama daerah lain yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan mineral strategis masa depan.

Bagikan
Sumber: mekora.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks