MAMUJU — Festival Literasi Sulawesi Barat 2026 resmi digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat. Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, menyebut festival ini menjadi ruang merayakan gerakan literasi sekaligus menyemarakkan momentum hari jadi daerah.
Kegiatan dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Kepala Perpustakaan Nasional RI Prof. E. Aminuddin Azis. Keduanya memberikan sambutan langsung di hadapan peserta. Kehadiran dua pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan budaya literasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulbar.
Pimpinan OPD se-Provinsi Sulawesi Barat, pegiat literasi, penulis, siswa, dan masyarakat umum turut memeriahkan acara. Festival mengusung tema "Menuju Sulbar Cerdas melalui Gerakan Sulbar Mandarras".
Panitia menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia. Lomba Mewarnai untuk anak TK menjadi salah satu agenda yang memperkenalkan kegiatan literasi dan perpustakaan sejak usia dini.
Anak-anak diajak menyalurkan kreativitas dan imajinasi dalam suasana yang menyenangkan. Selain itu, festival menghadirkan pameran stand TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) untuk memperkenalkan layanan dan inovasi perpustakaan.
Pasar murah turut memeriahkan acara dengan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. Pelaku UMKM juga menampilkan dan memasarkan produk usaha mereka di lokasi yang sama.
Kehadiran UMKM menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang inklusif. Masyarakat mendapat ruang untuk berinteraksi, berkarya, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.
Festival ini pun menjadi wadah bagi pemerintah, dunia pendidikan, pegiat literasi, penulis, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk memperkuat budaya literasi dan kreativitas bersama.
Mustari Mula menegaskan Festival Literasi bukan sekadar ajang perayaan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Jadi Sulawesi Barat.
"Festival Literasi ini bukan hanya menjadi ruang untuk merayakan dan mengapresiasi gerakan literasi, tetapi juga menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Jadi Sulawesi Barat. Melalui Gerakan Sulbar Mandarras, kita ingin membangun masyarakat yang semakin gemar membaca, memiliki wawasan luas, kreatif, dan mampu menjadikan literasi sebagai bagian penting dalam kehidupan," ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Festival Literasi Sulbar 2026 diharapkan memperkuat budaya literasi dan kreativitas di Sulawesi Barat. Momentum ini juga diharapkan menguatkan semangat Gerakan Sulbar Mandarras dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, kreatif, berpengetahuan, dan berdaya saing.