Kepala Pusat PPUK Perpusnas Dorong Pemkab Polewali Mandar Naikkan Angka IPLM 0,2 di Festival Literasi 2026

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 17 September 2026 | 06:46:01 WIB

POLEWALI MANDAR — Angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Polewali Mandar tercatat 0,2 berdasarkan kajian Perpusnas 2025. Sementara IPLM Provinsi Sulawesi Barat berada di 25,72. Angka itu disampaikan Nani Suryani dalam sambutannya di pembukaan festival, di hadapan Bupati Samsul Mahmud.

Indikator kedua yang disorot adalah Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) yang berada di 59,48 dan masuk kategori rendah. Nani menyebut dua indikator ini jadi bagian penting evaluasi kinerja pemerintah daerah di bidang perpustakaan.

Kontribusi 5 Persen yang Menentukan Capaian 100 Persen

Nani menegaskan, meski kontribusi sektor perpustakaan hanya sekitar 5 persen, capaian pembangunan daerah tetap bergantung pada pemenuhan angka tersebut. "Walaupun kontribusinya hanya sekitar 5 persen, jika 5 persen tersebut tidak terpenuhi, tentu capaian 100 persen juga tidak akan tercapai, ya. Oleh karena itu, kami mohon dukungan untuk meningkatkan kedua indikator tersebut," ucap Nani Suryani.

Dari hasil evaluasi Perpusnas, ada tiga akar persoalan yang dinilai menghambat capaian IPLM di Polewali Mandar.

  • Kelengkapan dan integrasi data perpustakaan belum berjalan optimal. Kegiatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan maupun lintas OPD belum terdokumentasi dan terdata dengan baik.
  • Koordinasi lintas OPD masih berjalan sendiri-sendiri, dengan ego sektoral yang cukup tinggi.
  • Dukungan Perpusnas terhadap program literasi daerah yang disertai komitmen pendampingan sesuai ketentuan.

Relawan Literasi Diminta Dilibatkan untuk Dongkrak Capaian

Nani menyebut kolaborasi dengan relawan literasi masyarakat bisa mendorong kenaikan IPLM secara signifikan. "Oleh karena itu, apabila nantinya terjalin kolaborasi dan sinergi, termasuk dengan melibatkan para relawan literasi masyarakat, insya Allah capaian IPLM ini dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, nilainya tidak lagi berada pada angka 0,2, tetapi dapat meningkat lebih baik," tutur Nani Suryani.

Meski menyoroti ego sektoral, Nani mengakui kolaborasi antar OPD dalam penyelenggaraan Festival Literasi Polewali Mandar sudah berjalan baik. Menurutnya, IPLM dan TGM adalah akumulasi kinerja pemerintah daerah secara kolektif, bukan beban satu dinas saja. "Karena itu, sinergi program antar lembaga perangkat daerah sangat mutlak diperlukan," beber Nani Suryani.

Bantuan Perpusnas: 2 Mobil dan 1 Motor Perpustakaan Keliling

Sejak beberapa tahun lalu, Perpusnas menyalurkan dua unit mobil perpustakaan keliling dan satu unit motor perpustakaan keliling ke Polewali Mandar. Perpusnas juga menetapkan 11 lokus desa dan kelurahan sebagai mitra program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Bantuan bacaan bermutu disalurkan ke 13 lokasi yang meliputi desa, kelurahan, taman bacaan masyarakat, dan rumah ibadah. Distribusinya menjangkau pondok pesantren, lembaga pemasyarakatan, komunitas, hingga perguruan tinggi.

Bupati Samsul Mahmud: Kemiskinan dan Stunting Jadi Tantangan Literasi

Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menilai literasi bukan sekadar kemampuan membaca. Menurutnya, literasi mencakup cara belajar, memahami informasi, memiliki keterampilan, dan mengambil keputusan. "Hal yang paling penting adalah bagaimana manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh masyarakat kita. Bagaimana kita bisa hadir untuk memberikan edukasi dan informasi, sehingga kita dapat bersama-sama membangun masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar," tukas H. Samsul Mahmud.

Samsul menyebut angka kemiskinan yang masih cukup tinggi dan stunting yang di atas rata-rata sebagai tantangan peningkatan IPLM dan TGM. Kualitas sumber daya manusia jadi indikator yang perlu perhatian. "Salah satu indikator yang perlu menjadi perhatian adalah kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, saya kira kegiatan hari ini sangat relevan. Kami membutuhkan dukungan, terutama dalam penguatan literasi dan minat baca masyarakat. Dengan demikian, generasi muda di Kabupaten Polewali Mandar dapat semakin maju dan siap menghadapi berbagai perubahan serta tantangan zaman," beber H. Samsul Mahmud.

Festival Literasi Polewali Mandar berlangsung tiga hari, Rabu sampai Jumat (16-18/9/2026), di Sport Centre Madatte, Kecamatan Polewali. Ajang itu menampilkan stan dari OPD, komunitas literasi, instansi, kampus, hingga organisasi jurnalis.

Reporter: Sutomo
Sumber: mandarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top