POLMAN — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menegaskan Pemprov Sulbar menyiapkan jatah beasiswa khusus bagi mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman). Totalnya 50 kuota, dengan pembagian 20 kursi untuk mahasiswa berprestasi dan 30 kursi bagi mahasiswa yang masuk kategori keluarga miskin.
Kebijakan itu diumumkan langsung saat Gubernur menghadiri Wisuda Sarjana XXIV Tahun 2026 Unasman di Gedung Gadis Polewali Mandar, Sabtu, 12 September 2026. Ratusan peserta wisuda, civitas akademik, dan tamu undangan menyambut pernyataan tersebut dengan tepuk tangan.
Suhardi Duka mengaku sebenarnya ingin memberi ruang lebih besar untuk Unasman. Ia menyebut sempat berkeinginan menyalurkan hingga 100 kuota beasiswa ke kampus tersebut.
Namun, Pemprov Sulbar tetap harus mengakomodasi permintaan serupa dari perguruan tinggi lain di wilayah itu. Karena itu, jatah untuk Unasman akhirnya ditetapkan 50 mahasiswa.
"Saya ingin kasih 100, tapi perguruan tinggi lain juga harus diberikan," ujarnya.
Pemprov Sulbar tidak akan turun tangan dalam proses seleksi nama penerima. Suhardi Duka menyerahkan sepenuhnya penentuan penerima kepada pihak universitas, dalam hal ini Rektor Unasman.
Rektor diminta memilih mahasiswa yang benar-benar memenuhi kriteria, baik jalur prestasi maupun jalur keluarga miskin. Pemerintah hanya akan menerima daftar final yang sudah ditetapkan kampus.
"Jadi untuk Unasman, tinggal Pak Rektor yang tentukan siapa yang akan diberikan untuk prestasi, dan siapa yang diberikan kategori miskin," kata Suhardi Duka.
Ia menegaskan, "Bukan kami yang seleksi, tinggal kami terima beresnya saja."
Pemberian kuota ini menjadi salah satu bentuk dukungan Pemprov Sulbar terhadap akses pendidikan tinggi di daerah itu. Sasaran utamanya adalah mahasiswa berprestasi dan mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Suhardi Duka berharap program beasiswa itu dimanfaatkan tepat sasaran. Penerima diharapkan benar-benar sesuai kategori yang sudah ditetapkan, baik jalur prestasi maupun jalur miskin.