MAMUJU — Polda Sulbar memberikan penghormatan terakhir kepada "Getta", anjing K-9 andalan Unit Ditsamapta yang bertugas sebagai penjinak bom sejak 2016. Upacara simbolis ini menjadi tanda berakhirnya perjuangan fisik satwa yang telah menjadi mitra setia para pawang selama hampir satu dekade.
Getta tercatat sebagai anjing jenis Belgian Malinois betina yang direkrut melalui Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa). Selama masa dinasnya, ia kerap dilibatkan dalam berbagai tugas pengamanan dan operasi penjinakan bom di wilayah Sulawesi Barat.
Kesetiaan dan dedikasi yang ditunjukkan Getta selama bertugas membuatnya tidak hanya dipandang sebagai satwa kerja, melainkan rekan sejawat bagi seluruh personel Unit K-9. Ia bertugas hingga akhir usianya yang mencapai 10 tahun lebih.
Apel pemakaman simbolis tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Sandi dan dihadiri seluruh pawang K-9 Unit Ditsamapta Polda Sulbar. Suasana haru menyelimuti jalannya upacara yang digelar di kandang K-9 tersebut.
Para pawang yang sehari-hari merawat dan bertugas bersama Getta menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdiannya. "Terima kasih Getta, kau telah mengabdi dengan tulus. Beristirahatlah dengan tenang, pahlawan berbulu kami," ucap mereka dalam momen perpisahan tersebut.
Meski perjuangan fisik Getta telah usai, kenangan atas pengabdiannya dianggap tetap hidup di lingkungan kesatuan. Kehadiran apel pemakaman simbolis ini menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap jasa satwa yang telah berkontribusi nyata dalam menjaga keamanan daerah.
Peristiwa ini sekaligus mengingatkan publik akan peran penting satwa K-9 dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam deteksi dan penjinakan bahan peledak yang membutuhkan ketelitian serta keberanian tinggi.