MAMUJU — Sinergi antara Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat kembali diperkuat. Kali ini, fokus pembahasan diarahkan pada penyelarasan data sektoral komoditi perkebunan yang menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah.
Kunjungan BPS tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Andi Sitti Kamalia, didampingi petugas statistik perkebunan, Asramadania. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Sekretaris Dinas Perkebunan Sulawesi Barat pada Kamis (27/8/2026).
Pembahasan dalam audiensi itu difokuskan pada ketersediaan, pengelolaan, serta pemutakhiran data sektoral komoditi perkebunan di Sulawesi Barat. Data yang akurat dan terintegrasi dinilai penting sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan program, evaluasi, hingga pengambilan kebijakan pembangunan sektor perkebunan.
Andi Sitti Kamalia menegaskan sinergi dengan BPS sangat diperlukan untuk memastikan data perkebunan yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan dan mampu menggambarkan kondisi sektor perkebunan secara faktual.
“Data sektoral perkebunan menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang baik agar data yang tersedia semakin akurat, mutakhir, dan dapat dimanfaatkan bersama,” ujarnya.
Upaya penguatan dan penyelarasan data sektoral ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mendorong pembangunan daerah yang berbasis data dan perencanaan terukur. Akurasi dan keterpaduan data menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan disusun berdasarkan kondisi riil serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui audiensi ini, Disbun Sulbar dan BPS diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dalam penyediaan data sektoral, khususnya terkait komoditi unggulan perkebunan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola data yang berkualitas serta mendukung pembangunan perkebunan Sulawesi Barat yang lebih terarah dan berbasis data.