Gubernur Sulbar Suhardi Duka Hadiri Maulid di Salabose Majene, Kepala Dispoparekraf Tekankan Pelestarian Tradisi dan Kearifan Lokal

Penulis: Fajar  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:52:31 WIB
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Salabose, Kabupaten Majene.

MAJENE — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Salabose, Kabupaten Majene, menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menegaskan posisi penting kawasan tersebut dalam sejarah dan kebudayaan daerah. Kegiatan bertema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia, Berkarakter dan Berlandaskan Kearifan Lokal" ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Majene bersama Keluarga Besar Rumpun Masyarakat Poralle Salabose.

Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, didampingi Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai. Bupati Majene, A. Achmad Syukri, Wakil Bupati Majene, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, serta tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat Salabose turut memadati masjid.

Salabose Punya Kekhasan yang Tidak Dimiliki Wilayah Lain

Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa tradisi Maulid di Salabose memiliki makna tersendiri yang tidak ditemukan di daerah lain. Menurutnya, pelaksanaan Maulid di Salabose menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur serta pelestarian adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

"Tidak ada wilayah lain yang melaksanakan Maulid sebelum pelaksanaan Maulid di Salabose, karena memiliki makna tersendiri sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta pelestarian adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun," ujar Suhardi Duka.

Orang nomor satu di Sulbar itu berharap peringatan Maulid tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen ini untuk mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta meningkatkan keimanan dan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.

"Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat Sulawesi Barat yang maju, harmonis, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal," katanya.

Dispoparekraf: Tradisi Ini Bagian dari Identitas dan Aset Daerah

Bau Akram Dai menilai Salabose merupakan ruang budaya dan sejarah yang memiliki nilai penting bagi identitas masyarakat Sulawesi Barat. Menurutnya, peringatan Maulid di tempat ini tidak hanya berdimensi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan tradisi yang perlu dijaga.

"Salabose memperlihatkan kepada kita bahwa nilai agama, sejarah, dan budaya dapat tumbuh secara harmonis. Tradisi seperti ini harus terus kita rawat, karena di dalamnya terdapat identitas, kearifan lokal, sekaligus nilai pendidikan yang sangat berharga bagi generasi penerus," jelas Bau Akram.

Kepala Dispoparekraf Sulbar itu juga mengingatkan bahwa meneladani Rasulullah harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, bukan hanya pada saat peringatan Maulid. Kejujuran, amanah, kepedulian terhadap sesama, serta semangat memberikan manfaat kepada masyarakat disebutnya sebagai nilai-nilai yang mesti terus dihidupkan dalam membangun generasi dan daerah.

"Meneladani Rasulullah harus dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari. Kejujuran, amanah, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat mesti terus kita hidupkan, terutama dalam membangun generasi dan daerah kita," tegasnya.

Menjaga Marwah Tradisi, Memperkenalkan ke Kancah Lebih Luas

Bau Akram menilai pelestarian tradisi Maulid di Salabose memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Dispoparekraf Sulbar memandang kekayaan budaya seperti ini sebagai aset daerah yang bernilai besar, sehingga keaslian dan marwah tradisi harus dijaga sambil memperkenalkannya secara lebih luas.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga keaslian dan marwah tradisi ini, sekaligus memperkenalkannya secara lebih luas sebagai bagian dari kekayaan budaya dan tradisi keagamaan Sulawesi Barat," pungkasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: mandarpos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top