MAJENE — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia. Langkah itu sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
Dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah kesehatan. Persoalan ini, kata dia, berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah.
"Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui intervensi gizi, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi keluarga, serta pemberdayaan masyarakat," ujar dr. Nursyamsi dalam seminar yang diikuti mahasiswa, dosen, dan kader Posyandu binaan STIKES Bina Bangsa Majene.
Menurut dr. Nursyamsi, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah. Peran itu mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan advokasi berbasis bukti.
"Mahasiswa kesehatan juga dapat menjadi agen perubahan yang berperan dalam mengedukasi masyarakat, mendampingi keluarga berisiko stunting, memperkuat layanan Posyandu, serta mengembangkan inovasi promosi kesehatan berbasis teknologi," imbuhnya.
Pemprov Sulbar terus memperkuat program percepatan penurunan stunting melalui pendekatan lintas sektor. Mulai dari penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga dukungan program pemenuhan gizi masyarakat.
Ketua STIKES Bina Bangsa Majene, Yulianah Sulaiman, mengapresiasi kehadiran DKPPKB Sulbar dalam kegiatan akademik tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam menekan angka stunting.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa, dosen, dan kader Posyandu dapat semakin memahami peran masing-masing dalam upaya percepatan penurunan stunting," kata Yulianah.
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang membahas tantangan dan peluang percepatan penurunan stunting di Kabupaten Majene maupun Sulawesi Barat secara umum. Para peserta juga mendapatkan pemahaman soal pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Melalui momentum Dies Natalis ke-22 STIKES Bina Bangsa Majene, DKPPKB Sulbar berharap muncul lebih banyak inovasi dan gerakan nyata dari kalangan akademisi serta masyarakat. Targetnya: mewujudkan Sulawesi Barat bebas stunting menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.